Penderita Diare 25 Kasus, Satu Balita Meninggal

Dalam sepekan terakhir penderita diare di sejumlah tempat di Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah mencapai 25 orang dan di antaranya satu balita meninggal dunia. <p style="text-align: justify;">"Sampai hari ini Kamis (6/8) penderita di kota Muara Teweh dan sejumlah desa mencapai 25 kasus," kata Kepala Dinas Kesehatan Barito Utara, Robansyah di Muara Teweh, Kamis.<br /><br />Menurut Robansyah, penderita diare atau muntaber ini sebagian besar anak-anak dan sisanya orang dewasa. Sebagian besar penderita sudah pulang dan kini tersisa delapan pasien yang di rawat di Rumah Wakit Umum Daerah (RSUD) Muara Teweh berkisar usia 5-8 tahun.<br /><br />"Seorang balita warga Desa Pandran Raya di kawasan perkebunan kelapa sawit PIR Butong Kecamatan Teweh Selatan meninggal dunia pada Senin (3/8) karena terlambat dibawa ke rumah sakit dan kehabisan cairan tubuh dan tidak dapat tertolong lagi," kata Robansyah.<br /><br />Untuk mengatasi kejadian agar tidak terulang kembali, pihaknya telah melakukan sosialisasi dan mengimbau masyarakat dari berbagai media seperti masjid, radio, dan koran dimanfaatkan untuk memberi informasi tentanhg penyakit diare dan muntaber.<br /><br />Kepada warga yang telah mengetahui anggota keluarganya yang terkena tanda-tanda diare itu segera menghubungi pelayanan kesehatan atau petugas medis setempat untuk mendapat pelayanan secepatnya.<br /><br />"Kalau ada warga yang kena diare segera minum oralit atau dengan penanganan sementara dengan meminum air putih yang bersih dicampur gula dan garam," jelasnya.<br /><br />Untuk itu, pihaknya menyarakankan dan mengimbau kepada masyarakat untuk selalu menjaga kebersihan lingkungan, lebih pintar dalam memilih bahan makanan yang akan di konsumsi, menjaga pola hidup sehat, serta memasak air dan makanan dengan benar-benar matang.<br /><br />"Memang saat musim kemarau ini rawan terhadap serangan diare sehingga masyarakat diminta memakan makanan yang sehat dan bebas dari kuman penyakit," ujar Robansyah. (das/ant)</p>