Penderita HIV/AIDS Di Banjarbaru 42 Orang

oleh

Jumlah penderita virus HIV yang merupakan virus pembawa penyakit AIDS di Kota Banjarbaru Kalimantan Selatan sebanyak 42 orang. <p style="text-align: justify;">"Jumlah penderita HIV/AIDS sebanyak itu merupakan kumulatif sejak tahun 2008 hingga 2011," ujar Ketua Komisi Penanggulangan AIDS Kota Banjarbaru, Ogi Fajar Nuzuli, Kamis.<br /><br />Menurut Ogi didampingi Sekretaris KPA, Edi Sampana, dari jumlah penderita HIV itu, 34 orang diantaranya positif menderita penyakit AIDS yang selama ini belum diketahui obatnya.<br /><br />Dikatakan Ogi yang juga Wakil Wali Kota Banjarbaru, pihaknya terus berupaya mencegah serangan penyakit itu melalui penyuluhan dan sosialisasi mengenai bahaya penyakit yang memperlemah sistem kekebalan tubuh tersebut.<br /><br />Salah satunya melalui lokakarya pencegahan dan penanggulangan infeksi menular seksual dan HIV/AIDS melalui pemberdayaan masyarakat yang dilaksanakan di aula Trisakti Banjarbaru, Kamis.<br /><br />"Selain kesadaran individu agar terhindar dari serangan HIV/AIDS, peran aktif masyarakat dan lingkungan cukup mempengaruhi banyaknya anggota masyarakat yang terkena penyakit itu," ungkapnya.<br /><br />Ditambahkan Edi, setiap penderita HIV belum bisa dikategorikan terkena AIDS karena hanya terserang virus saja tetapi penderita AIDS dipastikan terkena HIV yang merupakan virus penyakit mematikan tersebut.<br /><br />"Bagi penderitanya, secara fisik mungkin tidak kelihatan terkena HIV/AIDS tetapi dari uji laboratorium bisa dipastikan mereka terkena penyakit tersebut," ujar Edi yang juga Kepala Puskesmas Loktabat Utara itu.<br /><br />Dikatakan, penderita yang dinyatakan positif terinfeksi HIV itu kebanyakan berdomisili di kawasan yang masuk kategori berisiko tinggi seperti di eks lokalisasi Pembatuan Dalam (Pemda) dan Pal 18 Banjarbaru.<br /><br />"Namun siapa orangnya kami tidak mengetahui dan tidak ingin tahu karena penelitian menggunakan sistem sero survey sehingga identitas penderita sama sekali tidak diketahui," kata dia.<br /><br />Ditambahkan, pihaknya bekerjasama dengan Dinkes Kota Banjarbaru, Dinkes Kalsel serta Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) rutin melakukan pemeriksaan terhadap orang-orang di kawasan resiko tinggi itu.<br /><br />"Tujuan utamanya bukan mencari orang yang terinfeksi HIV tetapi lebih diarahkan mendeteksi apakah penyakit mematikan itu menyebar atau tidak di tengah masyarakat," katanya. <strong>(phs/Ant)</strong></p>