Penduduk Miskin Di Kalsel 194.600 Jiwa

oleh

Jumlah penduduk miskin di Kalimantan Selatan pada 2011 tercatat 194.600 jiwa atau 5,3 persen dari populasi di provinsi tersebut 3.626.119 orang. <p style="text-align: justify;">Wakil Gubernur Kalimantan Selatan Rudy Resnawan, di Banjarmasin, Rabu, mengatakan, pihaknya berusaha keras membuat program yang dapat menurunkan jumlah penduduk miskin di daerah ini.</p> <p style="text-align: justify;">"Hasilnya, Alhamdulillah, dari tahun ke tahun terus menurun," ujarnya pada rapat koordinasi pengembangan sumber daya manusia dalam pembangunan kesejahteraan soail regional IV Kalimantan di Banjarmasin.</p> <p style="text-align: justify;">Dia menjelaskan, dengan jumlah penduduk miskin sebesar 194.600 jiwa, daerahnya menduduki peringkat ketiga di Indonesia setelah Jakarta dan Bali.</p> <p style="text-align: justify;">Resnawan menyadari bahwa keberadaan penduduk miskin tidak dapat dihilangkan, namun hendaknya program untuk mengurangi warga kurang mampu tersebut dapat terus digalakkan dan ditingkatkan.</p> <p style="text-align: justify;">"Sekarang saya mempertanyakan, apakah pemerintah pusat masih merasa memiliki daerah Kalimantan Selatan, Kalimantanh Tengah, Kalimantan Timur, dan Kalimantan Barat, begitu sebaliknya, apakah empat provinsi itu masih merasa memiliki pemerintahan pusat?" ujarnya.</p> <p style="text-align: justify;">Karena, kata dia, saat ini pemerintah daerah di empat provinsi tersebut merasakan bahwa pemerintah pusat kurang memperhatikan.</p> <p style="text-align: justify;">Buktinya, banyak masalah muncul dan perlu mendapatkan perhatian, seperti soal BBM, tetapi tidak kunjung mendapat respon.</p> <p style="text-align: justify;">Mempercepat membantu menyelesaikan masalah di daerah, menurut Wakil Gubernur, merupakan salah satu langkah untuk mengurangi jumlah penduduk miskin.</p> <p style="text-align: justify;">"Oleh karena itu, perlu perhatian pemerintah pusat secara menyeluruh," pintanya.</p> <p style="text-align: justify;">Menteri Sosial Salim Segaf Al-Jufri mengaku senang jumlah penduduk miskin di Kalsel sedikit.</p> <p style="text-align: justify;">"Saya senang mendengar bahwa jumlah penduduk miskin di Kalsel sedikit. Ini tentunya ada langkah-langkah strategis untuk menekannya," ujarnya.</p> <p style="text-align: justify;">Menurut dia, perlu adanya sinergi dan koordinasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, lembaga swadaya masyarakat, dan lainnya dalam mengatasi masalah penduduk miskin di suatu negara.</p> <p style="text-align: justify;">Saat ini, lanjut Salim, Kementerian Sosial tengah menandatangani Memorandum of Understanding (MOU) dengan pemerintah provinsi di Indonesia dan lembaga-lembaga lainnya untuk mengatasi masalah sosial, termasuk didalamnya penduduk miskin.</p> <p style="text-align: justify;">"Nota kesepahaman tersebut, merupakan salah satu langkah untuk mewujudkan sistem peneingkatan kesejateraan sosial yang kreatif, dan inovatif," jelasnya.</p> <p style="text-align: justify;">Mengatasi anak telantar, penduduk miskin, rumah tidak layak huni, dan masalah sosial lainnya tidaklah mudah. Semua itu perlu kerja keras pemerintah daerah.</p> <p style="text-align: justify;">Masalah-masalah sosial harus ditangani pekerja sosial yang profesional. Oleh karenanya, perlu dibentuk lembaga-lembaga yang menangani dan peduli terhadap masalah sosial.</p> <p style="text-align: justify;">"Saya optimistis jumlah penduduk miskin akan terus berkurang, seiring perkembangan masyarakat yang peka terhadap masalah-masalah sosial," imbuhnya.<strong> (phs/Ant)</strong></p> <p style="text-align: justify;"><strong> </strong></p>