Penduduk Miskin Kalbar Terbanyak Sekalimantan

oleh

Badan Pusat Statistik menyatakan jumlah penduduk miskin di Kalimantan Barat 394.170 orang atau 8,74 persen dari total warga, dan angka itu terbanyak di antara empat provinsi se-Kalimantan. <p style="text-align: justify;">"Peringkat kedua ditempati Provinsi Kalimantan Timur sebanyak 255.910 orang atau 6,38 persen, ketiga Kalimantan Tengah sebanyak 145.360 orang atau 6,23 persen, dan keemopat adalah Provinsi Kalimantan Selatan sebanyak 183.270 orang atau 4,76 persen," kata Kepala BPS Kalbar Badar di Pontianak, Jumat, tanpa memasukkan angka dari Provinsi Kalimantan Utara.<br /><br />Badar menjelaskan, dari sektor garis kemiskinan Kalbar juga terendah di regional Kalimantan, yakni sebesar Rp270.306/kapita/bulan, disusul Kalsel sebesar Rp300.329/kapita/bulan, Kalteng sebesar Rp307.698/kapita/bulan, dan tertinggi Provinsi Kaltim sebesar Rp427.902/kapita/bulan.<br /><br />"Kenaikan penduduk miskin di Kalbar bisa saja dipicu dampak dari kenaikan harga bahan bakar minyak bersubsidi," kata Badar.<br /><br />Untuk daerah pedesaan penduduk miskin naik menjadi 10,07 persen dari sebelumnya 9,51 persen, kemudian daerah perkotaan naik menjadi 5,68 persen dari sebelumnya 5,30 persen.<br /><br />"Namun dari sisi jumlah penduduk miskin di pedesaan lebih banyak yakni 316.400 orang, sementara di perkotaan sebanyak 77.770 orang," ungkapnya.<br /><br />Apabila dipilih menurut peranan komoditas makanan terhadap garis kemiskinan jauh lebih besar dibanding peranan komoditas bukan makanan (perumahan, sandang, pendidikan, dan kesehatan), yakni sebesar 78,96 persen dan selebihnya 21,04 persen sumbangan dari bukan makanan.<br /><br />Tingkat ketimpangan pengeluaran penduduk miskin semakin besar, yang dilihat dari sisi indeks keparahan kemiskinan yang mengalami kenaikan dari 0,27 menjadi 0,31, kata Kepala BPS Kalbar.<br /><br />Sebelumnya, Wakil Gubernur Kalbar Christiandy Sanjaya mengingatkan potensi kenaikan persentase kemiskinan seiring pengurangan harga bahan bakar minyak atau BBM subsidi yang berdampak melonjakkan inflasi.<br /><br />"Provinsi Kalbar, rata-rata persentase angka kemiskinan selalu di bawah angka nasional," katanya.<br /><br />Namun, lanjut dia, kenaikan harga BBM memicu inflasi sehingga menjadi penyebab utama meningkatkan persentase jumlah penduduk miskin.<br /><br />Ia mencontohkan pada tahun 2005 dan 2006, terjadi kecenderungan meningkatnya jumlah penduduk miskin di Kalbar. Namun selanjutnya hingga Maret 2013 menunjukkan tren menurun.<br /><br />Kemudian, pada tahun 2002, sekitar 15,46 persen penduduk Kalbar statusnya miskin. Angka tersebut dibawah nasional yang mencapai 18,20 persen. Pada Maret 2013, persentase penduduk miskin di Kalbar 8,24 persen, jauh di bawah angka nasional yakni 11,37 persen.<br /><br />"Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan perlu bekerja keras dan berkomitmen bersama untuk melaksanakan program dan kegiatan yang bertujuan mengurangi kemiskinan," ujar dia.<br /><br />Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Provinsi Kalbar menargetkan pengurangan persentase penduduk miskin hingga 4,42 persen pada tahun 2018. <strong>(das/ant)</strong></p>