Penempatan GGD Tak Sesuai Kebutuhan Sekolah

oleh

Mutu tidak menjadi jaminan ketangguhan seseorang. Hal itu diungkapkan oleh anggota Komisi C DPRD Kabupaten Sintang, Daniel Banai ketika ditemui awak media ini di Gedung Rakyat DPRD Kabupaten Sintang, kemarin. <p>“Seperti penempatan Guru Garda Depan (GGD), memang secara mutu, mungkin mereka lebih baik karena mereka telah memiliki Sertifikat Pendidikan, akan tetapi ingat, sertifikat yang mereka miliki tidak menjadi jaminan kebetahan mereka dalam melaksanakan tugasnya menjadi seorang guru,” ujarnya.<br /><br />Ia mengatakan adanya GGD di Kabupaten Sintang ini telah memotong guru-guru daerah yang telah mengabdi bertahun-tahun di sekolah tempatnya mengajar. Hal itu juga yang akan menjadi kecemburuan sosial antar sesama pendidik.<br /><br />“Ada guru honor komite yang sudah mengabdi berpuluh tahun, kenapa tidak mereka saja yang diprioritaskan untuk mengabdi, sudah pasti mereka betah, tidak minta pindah-pindah,” ucapnya.<br /><br />Politisi PKP Indonesia ini juga merasa penempatan tidak proporsional. Ada satu sekolah yang mendapatkan tiga orang Guru Garda Depan bahkan ada yang penempatannya tidak pada daerah 3T (Terluar, Terdepan dan Tertinggal).<br /><br />“Ada satu sekolah yang mendapatkan tiga orang GGD, kenapa tidak dibagi saja, ini tidak efisien, masih banyak sekolah perbatasan yang membutuhkan guru. Lagi pula penempatannya tidak semua ada di daerah 3T. Jika memang pemerintah pusat meminta data ke Pemerintah Kabupaten, maka salah pemerintah kabupaten dong yang tidak menginventarisir dengan baik,” tukasnya. (KN/SN)</p>