Penerbangan Di Muara Teweh Masih Lumpuh

oleh

Penerbangan pesawat dari dan ke Bandara Beringin di Muara Teweh, Kalimantan Tengah (Kalteng), masih lumpuh dan telah memsuki sebulan lebih akibat kabut asap yang melanda daerah tersebut. <p style="text-align: justify;">"Penerbangan batal sejak Jumat (4/9) lalu dan hingga saat ini masih terhenti akibat kabut asap," kata seorang petugas Bandara Beringin, Akhmad Sidik, di Muara Teweh, Jumat.<br /><br />Saat ini kabut asap di Muara Teweh pada Jumat (9/10) masih tebal dengan jarak pandang sekitar 200 meter sehingga penerbangan dari dan ke Bandara Beringin Muara Teweh masih terhenti.<br /><br />Sidik mengatakan, maskapai penerbangan yang berhenti adalah Susi Air rute Muara Teweh-Tjilik Riwut Palangka Raya bersubsidi dari pemerintah pusat (APBN). Sepekan tiga kali (Rabu, Jumat, dan Minggu) penerbangan dengan harga tiket dewasa Rp273.300 dan bayi Rp32.730.<br /><br />Susi Air juga membatalkan rute penerbangan Muara Teweh-Balikpapan dan Muara Teweh-Bandara Syamsudin Noor Banjarmasin, Kalimantan Selatan (Kalsel) akibat kabut asap melanda wilayah tersebut. Penerbangan ke Banjarmasin dan Balikpapan nonsubsidi dengan harga tiket di atas Rp1 juta juga dibatalkan, kata Sidik.<br /><br />Penerbangan lainnya yang juga terhenti yaitu pesawat sewa (carter) perusahaan tambang batu bara dan perusahaan gas yang melayani penumpang di antaranya karyawan itu tiga sampai empat hari dalam sepekan yakni setiap hari Rabu, Kamis, Jumat dan Sabtu.<br /><br />Maskapai menggunakan pesawat jenis Twin Otter tersebut antara lain Air Fast, Air Bone dan Hilift masing-masing tujuan Muara Teweh – Bandara Sepinggan Balikpapan, Kalimantan Timur pulang pergi.<br /><br />"Akibat tidak adanya penerbangan lebih dari sebulan, penerimaan Bandara Beringin berkurang seperti pajak bandara dan pendaratan pesawat. Penerimaan sejumlah biaya pajak penumpang dan pendaratan pesawat terbang minim akibat tidak adanya penerbangan," jelas dia.<br /><br />Sementara Kepala Kelompok Tenaga Teknis pada Stasiun Meteorologi Beringin Muarateweh Sunardi mengatakan, jarak pandang permukaan pada Jumat pagi mencapai 200 meter dengan jarak pandang vertikal 350 meter.<br /><br />Kabut asap ini berkurang dari Kamis kemarin sekitar 100 meter dengan jarak pandang vertikal berkisar 200 feet.<br /><br />"Memang kabut asap di Muara Teweh ini berkurang dibanding hari kemarin, namun masih tebal" kata Sunardi. (das/ant)</p>