Penerima DPM-LUEP Diharapkan Serap Gabah Petani Lebak

oleh

Pengusaha penggilingan padi di Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Kalimantan Selatan, penerima kucuran Dana Penguatan Modal Lembaga Usaha Ekonomi Pedesaan atau DPM-LUEP, diharapkan dapat menyerap gabah petani di kawasan lebak. <p style="text-align: justify;">Kepala Badan Ketahanan Pangan setempat, Zainal Abidin mengatakan di Barabai, ibu kota Hulu Sungai Tengah (HST), Rabu pada September hingga November mendatang para petani di kawasan lebak memasuki masa panen.<br /><br />Kucuran dana DPM-LUEP periode 2011 ini untuk wilayah HST sendiri dilakukan dalam dua tahapan yaitu pada April dan Agustus lalu. Pada April dikucurkan dana Rp600 juta yang berasal dari dana APBD II dan Rp975 juta pada Agustus lalu yang merupakan dana dari provinsi.<br /><br />Pembagian dana DPM-LUEP seharusnya memang serentak hanya dalam satu kali tahapan tetapi karena ada perubahan mekanisme penyaluran maka dana dari provinsi baru bisa dibagikan Agustus lalu.<br /><br />Namun hal tersebut tidak menjadi masalah karena para penerima DPM-LUEP tetap dapat memanfaatkan dana bantuan talangan tersebut sesuai keperluan dan tujuannya.<br /><br />"Pembagian dana DPM-LUEP tahap pertama April lalu bertepatan dengan musim panen petani padi sawah di lahan tadah hujan dan irigasi sehingga dapat dimanfaatkan secara maksimal," katanya.<br /><br />Sedang pembagian tahap kedua pada Agustus lalu dana tersebut bisa dialokasikan untuk penyerapan gabah petani padi di kawasan lebak.<br /><br />Diharapkan, para penerima DPM-LUEP mampu melakukan penyerapan gabah petani di kawasan lebak pada musim panen ini sebanyak dua hingga empat kali putaran.<br /><br />Para penerima dana DPM-LUEP 2011 berjumlah 16 pengusaha penggilingan padi dengan kisaran bantuan antara Rp25 juta hingga Rp200 juta dengan total bantuan Rp1,5 Miliar, tambahnya.<br /><br />Melalui penyerapan gabah oleh para penerima DPM-LUEP, stabilitas harga di tingkat petani diharapkan akan dapat terjaga. Selain itu, akan berimbas pada peningkatan pendapatan petani dan pertumbuhan kelembagaan usaha ekonomi pedesaan, kata Zainal Abidin. <strong>(phs/Ant)</strong></p>