Penerimaan Bea Cukai Kaltim Rp9,3 Triliun

oleh

Penerimaan Kantor Wilayah Bea Cukai Kalimantan Bagian Timur pada tahun 2012 baru mencapai Rp9,3 triliun dari target Rp10 triliun. <p style="text-align: justify;">Kepala Kantor Wilayah Bea Cukai Kalimantan Bagian Timur, Yusuf Indarto, di Nunukan, Sabtu, menyatakan, kantor bea cukai sebagai kolektor penerimaan negara dari sektor ekspor impor harus ada sistem yang diberlakukan terhadap industri yang tumbuh kembang.<br /><br />Dari delapan kantor pengawasan dan pelayanan yang dimiliki pada dua provinsi yakni Provinsi Kalimantan Timur dengan Kalimantan Selatan, Wilayah Bea Cukai Kalimantan Bagian Timur telah berhasil mengumpulkan Rp9,3 triliun dari target Rp10 triliun.<br /><br />Penerimaan ini berasal dari bea keluar sekitar Rp1,3 triliun dan pemasukan negara bukan pajak (PNBP) sebesar Rp7 triliun, sedang sisanya berasal dari penerimaan bea masuk,terang Yusuf.<br /><br />Ia menegaskan, belum tercapainya target tersebut lebih banyak dipengaruhi oleh faktor turunnya harga CPO (crude palm oil) akhir-akhir ini yang menyebabkan kegiatan importasi ikut terpengaruh.<br /><br />"Karena harga CPO menurun di tingkat dunia sehingga pemasukan negara terpengaruh. Karena semuanya saling berkaitan secara ekonomi," kata Yusuf.<br /><br />Yusuf menjelaskan, komoditi impor di wilayah Kalimantan Bagian Timur adalah pertambangan, alat berat, spart pack untuk peralatan tambang, almuminium nitrat, bahan bakar minyak (BBM), batu pecah dan batu untuk pertambangan.<br /><br />Dan penerimaan Kantor Wilayah Bea Cukai Kalimantan Bagian Timur dari bea masuk batu untuk pertambangan. Sementara komoditi ekspor berupa CPO dan turunannya, batu bara, biji besi, semen dan sebagainya.<br /><br />Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai Kabupaten Nunukan sebagai salah satu dibawah kendali Kantor Wilayah Bea Cukai Kalimantan Bagian Timur, Yusuf menjelaskan pada tahun 2012 ini penerimaan bea masuk mencapai Rp2 miliar yang lebih banyak diperoleh dari pemasukan dari wilayah perbatasan Sei Nyamuk Pulau Sebatik.<br /><br />"Kalau di Kantor Bea Cukai Nunukan ini penerimaan terbesar dari pedagang pelintas batas yang lalu lalang di pos lintas batas Sei Nyamuk," ujarnya.<strong> (das/ant)</strong></p>