Penerimaan PSDH-DR Barito Utara Rp32,7 Miliar

oleh

Penerimaan dana perimbangan dari sumber daya hutan melalui provisi sumber daya hutan (PSDH) dan dana reboisasi (DR) di Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah 2013 mencapai Rp32,7 miliar atau 144,19 persen dari target setelah perubahan Rp22,6 miliar. <p style="text-align: justify;">"Dana tersebut merupakan bagi hasil bukan pajak dari pemerintah pusat," kata Kepala Bidang Pendapatan pada Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Barito Utara (Barut), Rini Hastuti di Muara Teweh, Rabu.<br /><br />Pembayaran PSDH dan DR itu berasal dari hasil produksi kayu sebelum dijual atau dibawa keluar daerah oleh sejumlah perusahaan pemegang izin usaha pengusahaan hasil hutan kayu (IUPHHK) dan hak pengusahaan hutan (HPH) di kabupaten pedalaman Sungai Barito ini.<br /><br />Penerimaan periode Januari – Desember 2013 itu, kata dia, untuk PSDH terealisasi Rp9,8 miliar atau 119,92 persen dari target Rp8,1 miliar dan DR Rp22,8 miliar atau 157,91 persen dari sasaran Rp14,5 miliar.<br /><br />"Kami hanya menerima dana bagi hasil bukan pajak dari pemerintah pusat, sedangkan perusahaan mana saja yang membayar tidak tahu," katanya.<br /><br />Sementara Kepala Bidang Bina Produksi Kehutanan pada Dinas Kehutanan dan Perkebunan Barito Utara, Waluyo mengatakan, produksi kayu bulat hasil tebangan perusahaan pemegang IUPHHK dan HPH di daerah ini selama 2013 299.112,88 meter kubik atau 55.26 batang meningkat dibanding 2012 mencapai 192.774,01 meter kubik atau 37.133 batang.<br /><br />"Kayu hasil produksi sejumlah perusahaan itu terdiri atas jenis meranti, rimba campuran dan kayu indah,"katanya.<br /><br />Waluyo merinci, produksi kayu bulat jenis meranti sebanyak 293.699,80 m3 atau 54.134 batang, rimba campuran 4.600,77 m3 atau 956 batang dan kayu indah 812,31 m3 atau 156 batang.<br /><br />Ratusan ribu meter kubik kayu bulat itu merupakan hasil tebangan perusahaan di kawasan hutan produksi terbatas (HPT) dan hutan produksi (HP), di antaranya perusahaan PT Austral Byna, PT Indexim Utama Corp, PT Sindo Lumber, PT Timber Dana, PT Meranti Sembada, PT Joloy Mosak, PT WIKI, PT Dasa Intiga dan PT Bina Multi Alam Lestari.<br /><br />"Meski jumlah perusahaan yang bergerak di sektor perkayuan ini mencapai puluhan, saat ini hanya sembilan unit manajemen yang masih memproduksi kayu bulat," katanya. <strong>(das/ant)</strong></p>