Penerimaan dana perimbangan dari sumber daya hutan melalui provisi sumber daya hutan (PSDH) dan dana reboisasi (DR) di Kabupaten Barito Utara hingga Maret 2013 mencapai Rp6,1 miliar atau 58,80 persen dari target Rp10,4 miliar lebih. <p style="text-align: justify;">"Dana tersebut merupakan bagi hasil bukan pajak dari pemerintah pusat," kata Kepala Bidang Pendapatan pada Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Barito Utara (Barut), Rini Hastuti di Muara Teweh, Jumat.<br /><br />Pembayaran PSDH dan DR itu berasal dari hasil produksi kayu sebelum dijual atau dibawa keluar daerah oleh sejumlah perusahaan pemegang izin usaha pengusahaan hasil hutan kayu (IUPHHK) dan hak pengusahaan hutan (HPH) di kabupaten pedalaman Sungai Barito ini.<br /><br />Penerimaan hingga triwulan I itu, kata dia, untuk PSDH terealisasi Rp1,8 miliar atau 87,88 persen dari target Rp2,1 miliar dan DR Rp4,2 miliar atau 51,36 dari rencana Rp8,3 miliar.<br /><br />"Kami hanya menerima dana bagi hasil bukan pajak dari pemerintah pusat, sedangkan perusahaan mana saja yang membayar tidak tahu," katanya.<br /><br />Sementara Kepala Bidang Bina Produksi Kehutanan pada Dinas Kehutanan dan Perkebunan Barito Utara, Waluyo mengatakan, produksi kayu bulat hasil tebangan perusahaan pemegang IUPHHK dan HPH di daerah ini sampai April 2013 mencapai mencapai 67,331,72 meter kubik (12.245 batang).<br /><br />"Kayu hasil produksi sejumlah perusahaan itu terdiri dari jenis meranti, rimba campuran dan kayu indah," katanya.<br /><br />Waluyo merinci,produksi kayu bulat jenis meranti sebanyak 66.277,07 m3 (12.016 batang), rimba campuran 988,09 m3 (219 batang) dan kayu indah 66,56 m3 (sepuluh batang).<br /><br />Puluhan ribu ribu meter kubik kayu bulat itu merupakan hasil tebangan sejumlah perusahaan di kawasan hutan produksi terbatas (HPT) dan hutan produksi (HP) di wilayah Barito Utara yang merupakan salah satu kabupaten pedalaman Sungai Barito.<br /><br />"Meski jumlah perusahaan yang bergerak di sektor perkayuan ini mencapai puluhan, saat ini hanya delapan investor yang masih berproduksi kayu bulat," katanya.<br /><br />Produksi kayu di Barito Utara pada 2012 mencapai 267.153,24 m3 (51.867 batang), turun dibanding dibanding 2011 sebanyak 324.285,73 m3 (58.200 batang). <strong>(das/ant)</strong></p>

















