Home / Tak Berkategori

Pengamat : Ada Kesenjangan Informasi Penyanderaan ABK Sinar Kudus

- Jurnalis

Kamis, 21 April 2011 - 07:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pengamat Politik LIPI Indria Samego mengatakan, ada kesenjangan informasi yang didapat presiden sehingga membuat penanganan penyanderaan ABK Sinar Kudus oleh perompak Somalia berlarut-larut. <p style="text-align: justify;">Pengamat Politik LIPI Indria Samego mengatakan, ada kesenjangan informasi yang didapat presiden sehingga membuat penanganan penyanderaan ABK Sinar Kudus oleh perompak Somalia berlarut-larut.<br /><br />"Informasi yang didapat tidak secepat seharusnya. Akhirnya terjadi kelambanan dalam membuat kebijakan," katanya kepada ANTARA di jakarta, Kamis.<br /><br />Untuk itu, menurut dia, pemerintah perlu memperbaiki komunikasi dan perolehan informasi guna memberikan reaksi yang lebih tanggap dan cepat.<br /><br />"Tidak seperti saat ini, yang sepertinya presiden dan pemerintah begitu cepat bereaksi apabila menyangkut masalah-masalah kekuasaan," katanya.<br /><br />Ia menambahkan, guna memperbaiki persepsi dan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah, maka presiden beserta para aparatnya harus segera bertindak secepatnya menyelesaikan masalah ini.<br /><br />"Jangan sampai pemerintah dinilai tidak peduli terhadap warganya di luar negeri, meskipun itu tidak sepenuhnya pemerintah yang salah. Kadang kala WNI di luar negeri baru memberitahukan kepada pemerintah kalau ada masalah, kalau tidak ada masalah, diam saja, tidak mau melapor ke kedutaan," katanya.<br /><br />Selain itu, menurut dia, pemerintah juga perlu memberikan informasi langkah-langkah yang telah dilakukan serta mengapa terjadi kelambatan dalam penanganan.<br /><br />"Dengan begitu informasi lebih terbuka, transparan, dan dijelaskan kepada masyarakat agar memahami," katanya.<br /><br />Seperti diberitakan, Kapal Kargo Sinar Kudus milik PT Samudera Indonesia Tbk yang bermuatan nikel dan tengah berlayar dari Pomalaa, Sulawesi Selatan (Sulsel) menuju Rotterdam, Belanda, dibajak perompak Somalia pada 16 Maret 2011 lalu.<br /><br />20 ABK Sinar Kudus pun disandera para perompak. Para perompak meminta tebusan untuk pembebasan ke-20 ABK tersebut.<br /><br />Dalam negosiasi terakhir disepakati nilai tebusan sebesar tiga juta dolar AS. Hingga kini, para ABK masih dalam penyanderaan para perompak.<br /><br />Saat ini, pemerintah sedang membahas teknis pemberian uang tebusan itu, termasuk mekanisme serta uang akan diberikan kepada siapa, namun perusahaan baru akan memberikan uang tebusan pada dua bulan mendatang.(Eka/Ant)</p>

Berita Terkait

Desa Paal Raih Penghargaan Nasional Pemerintahan Desa 2025 dari Kemendagri
Pemkab Malinau Gelar Rapat Persiapan Pelaksanaan Peringatan Hari Otonomi Desa
Dari Singkawang ke Boyolali, Nyarumkup Ikut Lokakarya Desa Berprestasi
Pemdes Paal Bersama DPMD Melawi dan DPMD Kalbar Ikuti Lokakarya Desa Berprestasi di Boyolali
Tingkatkan Konektivitas, Pemprov Dorong AirAsia Buka Rute Penerbangan Tarakan-Tawau
Pemprov Kaltara Himbau PT. KIPI Serap Tenaga Kerja Lokal
Sekda Sintang Hadiri Sertijab Camat Binjai Hulu, Dorong Kades Buat Plang Nama Kampung
Kawasan Pedalaman Sintang Alami Banjir, Ini Kata Bupati Sintang

Berita Terkait

Rabu, 14 Januari 2026 - 10:21 WIB

Desa Paal Raih Penghargaan Nasional Pemerintahan Desa 2025 dari Kemendagri

Rabu, 14 Januari 2026 - 10:06 WIB

Pemkab Malinau Gelar Rapat Persiapan Pelaksanaan Peringatan Hari Otonomi Desa

Rabu, 14 Januari 2026 - 08:57 WIB

Dari Singkawang ke Boyolali, Nyarumkup Ikut Lokakarya Desa Berprestasi

Rabu, 14 Januari 2026 - 08:24 WIB

Pemdes Paal Bersama DPMD Melawi dan DPMD Kalbar Ikuti Lokakarya Desa Berprestasi di Boyolali

Senin, 12 Januari 2026 - 20:45 WIB

Tingkatkan Konektivitas, Pemprov Dorong AirAsia Buka Rute Penerbangan Tarakan-Tawau

Berita Terbaru