Ketua Asosiasi Ilmu Politik Indonesia (AIPI) Provinsi Kalimantan Barat, Drs Gusti Suryansyah M Si mengatakan, ada empat tahapan dalam Pilkada yang perlu mendapat perhatian serius. <p style="text-align: justify;">"Mulai data pemilih, masa kampanye, perhitungan suara dan penetapan hasil," kata Gusti Suryansyah saat diskusi "Jurnalisme Damai Menyongsong Pilkada di Kalbar" yang digelar Forum Diskusi Jurnalis Kalbar di Pontianak, Kamis.<br /><br />Menurut dia, data pemilih menjadi penting karena akan menjadi salah satu kunci dalam lancarnya pelaksanaan Pilkada.<br /><br />Ia melanjutkan, jangan sampai ada pemilih fiktif, yang tidak mempunyai hak suara, warga yang seharusnya mempunyai hak pilih tetapi tidak terdaftar, tercatat dalam jumlah banyak.<br /><br />Sedangkan pada masa kampanye, terutama saat menjelang hari pemilihan. "Karena pada masa ini, cukup rawan terjadi polarisasi yang berpotensi konflik," ujar dia.<br /><br />Kemudian, di tahapan perhitungan suara, seharusnya dari tingkat desa sampai kabupaten dan provinsi tidak ada perbedaan dalam jumlah yang diperoleh masing-masing calon.<br /><br />"Jadi, kalau di cek ulang, data di tingkat desa dan provinsi, sama. Jangan sampai ada perbedaan yang menguntungkan pihak tertentu. Begitu juga pada saat penetapan hasil," kata Gusti Suryansyah.<br /><br />Ia tidak ingin potensi konflik yang ada di Kalbar dapat terwujud karena kepentingan elit politik tertentu saja.<br /><br />"Di tahapan-tahapan itu butuh kejujuran semua pihak. Termasuk media massa," kata Gusti Suryansyah yang juga Ketua Majelis Kerajaan Kalbar itu.<br /><br />Ia juga meminta penyelenggara pemilu untuk bekerja dengan sungguh-sungguh dan mengusung netralitas di semua tingkatan mengingat dana yang dibutuhkan di Pilkada Provinsi Kalbar sangat besar. <strong>(phs/Ant)</strong></p>















