Pengangguran Kaltim Masih 10 Persen

oleh

Angka pengangguran di Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) tercatat masih 10,10 persen dari total jumlah penduduk setempat, sektor terbanyak menyerap tenaga kerja adalah pertanian yang mencapai 30,8 persen. <p style="text-align: justify;">"Sedangkan sektor penyerap tenaga kerja terbanyak kedua adalah perdagangan, rumah makan dan jasa akomodasi yang mencapai 22,09 persen," ujar Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kaltim Ichwansyah di Samarinda, Rabu.<br /><br />Sektor selanjutnya yang juga menyerap tenaga kerja lumayan besar adalah bidang jasa kemasyarakatan, sosial dan perorangan sebesar 19,04 persen, sedangkan sektor pertambangan, industri, jasa keuangan dan lainnya hanya menyerap 7,82 persen.<br /><br />Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) berdasarkan pendidikan persentasenya adalah sebagai berikut, lulusan SD dan yang tidak lulus 6,09 persen, SMP 9,22 persen, SMA 13,78 persen, SMK 17,37 persen, Diploma 11,62 persen dan Perguruan Tinggi 11,93 persen.<br /><br />Pengangguran tertinggi justru lulusan SMK. Ini menunjukkan bahwa lulusan kejuruan belum sesuai dengan kebutuhan pasar kerja. Karena itu, semangat kewirausahaan perlu terus dibangun dengan memanfaatkan potensi lokal.<br /><br />Jika hal itu dapat dilakukan, maka lapangan kerja akan lebih terbuka dan kesejahteraan masyarakat pasti akan lebih meningkat, karena setiap individu terutama yang lulusan SMK telah memiliki keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan lapangan kerja.<br /><br />Menurutnya, cara terbaik untuk menekan angka pengangguran dan meningkatkan kesejahteraan tenaga kerja, bisa dilakukan dengan meningkatkan produktivitas dan mengembangkan jiwa kewirausahaan masyarakat.<br /><br />Untuk pengembangan kewirausahaan itu akan lebih bijaksana dengan mengandalkan potensi lokal, apalagi di sejumlah kabupaten dan kota di Kaltim masih banyak potensi yang belum tergarap optimal.<br /><br />Untuk menumbuhkan semangat wirausaha dan mengembangkan potensi lokal, menjadi tanggungjawab pemangku kepentingan.<br /><br />Karena tidak mungkin hanya dibebankan kepada dinas tenaga kerja saja. Lembaga keterampilan yang dikelola masyarakat juga memiliki tanggungjawab untuk membantu penciptaan lapangan kerja.<br /><br />"Terkait dengan itu, maka kesepahaman tentang pentingnya produktivitas dan membangkitkan semangat jiwa kewirausahaan harus sering dikoordinasikan dengan pihak terkait, selain juga dilakukan di internal pemerintahan baik instansi horizontal maupun vertikal,"ujar nya.<strong>(das/ant)</strong></p>