Pengaruh Pasar Global Sebabkan Harga Kopra Anjlok

oleh

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Kubu Raya, Leydianto mengatakan, faktor anjloknya harga kopra di Kecamatan Sungai Kakap disebabkan karena pengaruh ekonomi global. <p style="text-align: justify;">"Harga kopra di Kabupaten Kubu Raya khususnya di Kecamatan Sungai Kakap memang sungguh memiriskan. Betapa tidak, harga komoditi andalan itu masih ada dikisaran Rp8.000, kini anjlok hingga menyentuh Rp2.600," kata Leydianto di Sungai Raya, Jumat.<br /><br />Dia menjelaskan, diantara faktor global yang menyebabkan anjloknya harga kopra tersebut karena di pasar internasional yang cenderung turun.<br /><br />Selain itu, lanjut dia, juga pengaruh penguatan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS dan penurunan harga minyak mentah di pasar internasional.<br /><br />Leydianto mengatakan, melemahnya harga minyak mentah di pasar internasional sangat berpengaruh pada harga kopra dikarenakan komoditas itu setelah diolah menjadi minyak kelapa kasar langsung diekspor untuk kebutuhan biodiesel.<br /><br />"Sehingga mengakibatkan harga kopra menurun," tuturnya.<br /><br />Oleh karena itu, pihaknya akan berusaha membantu para petani kopra khususnya yang berada di Kecamatan Sungai Kakap agar tidak merugi.<br /><br />Sehingga, lanjut dia, para petani bisa kembali menghidupi keluarganya meski harga kopra menurun.<br /><br />Sebelumnya, Wakil Ketua DPRD Kubu Raya, Usman meminta kepada Pemerintah Kabupaten Kubu Raya melalui dinas terkait agar memberikan pembinaan kepada para petani.<br /><br />"Akibat anjloknya harga komoditi kopra, membuat para petani di Kecamatan Sungai Kakap Kabupaten Kubu Raya merasa terpukul, karena di kecamatan tersebut merupakan sentra produksi kelapa," kata Usman.<br /><br />Menurut Usman, dengan kejadian itu dirinya mengharapkan Dinas Pertanian, Dinas Perkebunan, Dinas Perdagangan maupun Dinas Koperasi di Kabupaten Kubu Raya, agar cepat dan tanggap dalam menyelesaikan masalah itu.<br /><br />Apalagi, Usman menilai, kopra merupakan salah satu komuditi ekspor yang terkait dengan pasar bebas, sehingga pemerintah setempat jangansampai menutup mata, mengingat permasalahan itu menyangkut kehidupan petani di Kubu Raya.<br /><br />"Karena sebagian besar para petani di Kecamatan Sungai Kakap merupakan petani kopra yang masih tradisional," katanya.<br /><br />Tentunya dengan kondisi ini pemerintah daerah harus lebih memberikan bimbingan kepada para petani tersebut. Sebab, kopra memiliki nilai ekonomi yang tinggi mulai dari buah kelapa, tempurung, daunnya dan lain sebagainya.<br /><br />Usman mengaku, pihaknya sadar kalau masalah ini terkait dengan pasar bebas, untuk itu pihaknya akan mempelajari terlebih dahulu. Apabila, anjloknya komuditi kopra itu di akibatkan adanya indikasi permainandari pihak-pihak tertentu, tentunya pihaknya akan menelusurinya lebih lanjut. <strong>(phs/Ant)</strong></p>