Pengawas UN Kotawaringin Timur Terancam Tak Dibayar

oleh

Guru pengawas pelaksanaan Ujian Nasional (UN) di Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, terancam tidak dibayar. <p style="text-align: justify;">"Sampai sekarang dana untuk pengawas UN itu belum ditransfer oleh pemerintah pusat dan saya juga tidak tahu kapan akan dikirim uang itu," kata Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Kotim, Muhammad Yusuf di Sampit, Senin.<br /><br />Sesuai ketentuan yang berlaku, dana tersebut dari pemerintah pusat di transfer ke Disdik provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng), kemudian uang tersebut selanjutnya di transfer ke rekening Disdik Kabupaten.<br /><br />Sesuai kesepakatan yang telah ditanda tangani untuk Kabupaten Kotim dana gaji guru pengawas UN tersebut totalnya mencapai Rp400 juta lebih.<br /><br />Jumlah itu hanya untuk gaji pengawas ruang saja sedangkan untuk kegiatan persiapan pelaksanaan UN lainnya masih belum dihitung.<br /><br />Menurut Yusuf, masalah gaji guru pengawas UN dan kegiatan persiapan pelaksanaan UN lainnya menjadi tanggungjawab pihak pemerintah provinsi Kalteng dengan pemerintah pusat.<br /><br />Pihak Kabupaten hanya bisa menunggu uang itu di transfer saja, sebab kalau ikut-ikutan mengurus tentunya akan menyalahi aturan.<br /><br />"Kami tetap berharap dana tersebut nantinya akan tetap dikirim ke rekening Disdik Kabupaten Kotim, sebab apabila tidak tentunya akan kasihan mereka yang sudah payah mengawasi pelaksanaan UN," katanya.<br /><br />Salah satu solusinya adalah menunggu uang itu ditransfer dan kalau tidak diserahkan kepada pihak sekolah untuk mengambil kebijakan yang terbaik.<br /&gt;<br />Pihak Disdik tidak mungkin menyiapkan dana talangan sebesar itu sebab selain uang tidak ada juga akan menyalahi aturan.<br /><br />"Berdoa sajalah semoga uangnya di kirim secepatnya, dengan demikian dapat dengan segera di bagikan," ungkapnya.<br /><br />UN tingkat SMA/MA dan SMK di Kabupaten Kotim dilaksanakan secara serentak di 44 sekolah dan diikuti oleh 3.471 peserta yang terdiri dari SMA/MA sebanyak 2.183 peserta dan SMK sebanyak 1.288 peserta dengan melibatkan hanpir 1.000 pengawas. <strong>(das/ant)</strong></p>