Home / Tak Berkategori

Pengecer Ngantri Sejak Subuh, Raup Keuntungan Besar

- Jurnalis

Rabu, 16 Februari 2011 - 19:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Para penjual BBM eceran, betul-betul memanfaatkan kondisi kelangkaan BBM yang terjadi di Kalbar. Tak tanggung-tanggung, para pengecar menaikan harga berkali-kali lipat dari harga biasanya. Di Kabupaten Sintang sendiri, BBM jenis premium sudah menembus harga Rp 15.000 / liter. <p style="text-align: justify;">Salah seorang pengecer di Jalan Sintang – Kelam mengaku kalau untuk mendapatkan BBM di SPBU, dirinya harus antre sejak subuh.<br /><br />“BBM yang kami dapatkan juga tak seberapa, karena hanya di jatah 15 liter untuk pengantri dan tiga liter untuk kendaraan bermotor. Meski terkadang, kami terpaksa mengantri sampai siang,” kata pengantri yang enggan namanya kepada kalimantan-news, Rabu (16/02/2011).<br /><br />Ditambahkan, sulitnya mendapatkan BBM, membuat mereka terpaksa menjual BBM lebih tinggi dari biasanya.<br /><br />“Mau gimana lagi, untuk mendapatkannya susah dan mahal. Apalagi, pasokan BBM ke Kalbar terkendala kapal karam di muara menuju pelabuhan Pontianak. Untuk menyiasati permintaan masyarakat akan BBM sekarang ini, saya juga menjual Pertamax dengan harga Rp 10 ribu / liter,” ungkapnya.<br /><br />Meski tak semua kios menjual premium dengan harga Rp 15 ribu / liter, kenaikan tersebut tetap saja di keluhkan masyarakat. Karena, kios-kios yang menjual premium antara Rp 5,5 – 6 ribu / liter, harus membayar antara Rp 8-10-12 sampai 15 ribu / liter. Terlebih, pemiliki kios terkesan menaikan harga dengan seenaknya. Di tambah lagi, untuk mendapatkan BBM di SPBU sangat sulit.<br /><br />“Saya terkejut ketika membeli BBM pagi ini dengan harga Rp 10 ribu / liter, karena bisanya, saya membeli premium di kios seharga Rp 6 ribu / liter,” kata Edwin, warga Sintang.<br /><br />Sementara itu salah seorang penjual BBM eceran di kawasan PKP Mujahidin mengungkapkan melambungnya harga ditingkat pengecer selain disebabkan kelangkaan juga karena sulitnya mendapatkan BBM tersebut di SPBU.<br /><br />"Terkadang kita sudah capek ngantri, jatah tak dapat. Belum lagi biaya yang kita keluarkan selama ngantri,"ungkapnya.<br /><br />Meskipun ada keterkejutan dari masyarakat, dirinya percaya masyarakat tetap akan membeli karena tidak ada jalan lain untuk mendapatkan BBM tersebut.<br /><br />"Rata-rata masyarakat enggan untuk lama-lama di SPBU, karena itu eceran adalah solusinya," katanya lagi.<br /><br />Namun dirinya juga mengharapkan, kondisi kelangkaan BBM yang berujung pada naiknya harga di tingkat pengecer tidak berlangsung lama.<br /><br />Adi Suryanto, salah seorang warga Sintang juga mengeluhkan hal yang sama. Ia mengaku kalau untuk mendapatkan BBM, hanya di jatah 15 liter untuk mobil.<br /><br />“Namun, yang sangat saya sesalkan adalah pembulatan harga yang harus kita bayar. Biasanya, mereka malah membulatkan keatas. Yang kita pertanyakan, mengapa pengawas yang ada di SPBU malah tak berbuat apa-apa,” jelasnya. <strong>(*)</strong></p>

Berita Terkait

Pansus IV DPRD Kaltara Kebut Ranperda Literasi, Konsultasi ke Pusat Perbukuan Kemendikdasmen
Ciwanadri Tolak Dana Hibah Pemkab Melawi 2026, Pilih Perkuat Internal
Markus Jembari Dorong Keterlibatan Generasi Muda dalam Pembangunan Daerah Sintang
Rudy Andryas Minta Pemerintah Perhatikan Pengembangan Transportasi Umum, Khususnya Jalur Sungai
Rudy Andryas Soroti Pentingnya Transportasi Sungai bagi Aktivitas Masyarakat di Serawai dan Ambalau
 Anastasia Minta Masyarakat Sintang Harus Melek Teknologi
Anastasia Dorong Tenaga Pendidik di Sintang Kuasai Teknologi untuk Tingkatkan Kualitas Pendidikan
Pansus III DPRD Kaltara Kebut Pembahasan Dua Ranperda Strategis, Fokus SDA Kayan dan Pemberdayaan Desa

Berita Terkait

Minggu, 12 April 2026 - 16:07 WIB

Pansus IV DPRD Kaltara Kebut Ranperda Literasi, Konsultasi ke Pusat Perbukuan Kemendikdasmen

Minggu, 12 April 2026 - 15:07 WIB

Ciwanadri Tolak Dana Hibah Pemkab Melawi 2026, Pilih Perkuat Internal

Sabtu, 11 April 2026 - 14:24 WIB

Markus Jembari Dorong Keterlibatan Generasi Muda dalam Pembangunan Daerah Sintang

Sabtu, 11 April 2026 - 14:18 WIB

Rudy Andryas Minta Pemerintah Perhatikan Pengembangan Transportasi Umum, Khususnya Jalur Sungai

Sabtu, 11 April 2026 - 14:14 WIB

Rudy Andryas Soroti Pentingnya Transportasi Sungai bagi Aktivitas Masyarakat di Serawai dan Ambalau

Berita Terbaru

gamespools

aceplay99

dewaslot88

slot anti rungkat

ace99play