Pengelola Bus Muara Teweh Keluhkan Minimnya Pemudik

oleh

Sejumlah pengelola bus antarkota antarprovinsi di Muara Teweh, Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah, mengeluhkan minimnya penumpang arus mudik Lebaran 1435 Hijriyah. <p style="text-align: justify;">"Pemudik yang berangkat di terminal PBB Muara Teweh sangat minim dibanding beberapa tahun lalu," kata seorang pengelola bus, Ongkoh di Muara Teweh, Kamis.<br /><br />Menurut dia, hingga H-4 Lebaran memang mulai terlihat kepadatan, Namun jumlah bus yang berangkat sama seperti hari biasa.<br /><br />Minimnya pemudik ini, kata dia, akibat banyaknya jasa angkutan biro perjalanan (travel) yang melayani jurusan Muara Teweh – Palangka Raya dan Muara Teweh – Banjarmasin, serta maraknya taksi liar.<br /><br />"Jumlah armada angkutan darat tidak sebanding dengan penumpang, sementara izin travel terus dikeluarkan," katanya.<br /><br />Ia menilai pemerintah terlalu mudah mengeluarkan izin travel, padahal armada bus masih mampu mengangkut penumpang.<br /><br />"Kami minta pemerintah selektif mengeluarkan izin tersebut, namun perlu dipikirkan angkutan bus juga banyak.Sedangkan penumpang tidak bertambah," katanya.<br /><br />Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika Barito Utara, Jufriansyah mengakui arus mudik penumpang angkutan bus yang berangkat dari terminal pasar bebas banjir Muara Teweh menjelang Lebaran 2014 mengalami penurunan dibanding tahun lalu.<br /><br />"Berkurangnya arus mudik melalui terminal Muara Teweh diperkirakan karena banyaknya biro perjalanan yang membuka usaha di daerah ini," katanya.<br /><br />Menurutnya, dengan banyaknya travel yang kini jumlahnya sekitar 24 perusahaan dengan 184 armada itu menjadi salah satu alternatif pilihan masyarakat untuk acara mudik dalam dua tahun terakhir ini.<br /><br />Hal itu juga dari jumlah penumpang Lebaran di terminal bis antarkota antarprovinsi (AKAP) dan antarkota dalam provinsi (AKDP) tersebut dari tahun ke tahun terus berkurang.<br /><br />"Memang jumlah penumpang lebaran tahun lalu hampir mencapai ribuan orang, namun angka ini kemungkinan berkurang karena terbagi dengan angkutan travel," katanya didampingi Kabid Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ), Bikan.<br /><br />Puncak mudik penumpang di terminal bis di kabupaten pedalaman Sungai Barito ini biasanya terjadi mulai hingga H-3 dengan sarana armada yang tersedia sekitar 23 unit angkutan bus. <strong>(das/ant)</strong></p>