Pengelolaan Komplek Stadion Harus Transparan

oleh
oleh

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sintang, Zainudin mengatakan pengelolaan sejumlah fasilitas olahraga yang ada di kompleks stadion Sintang harus diperjelas karena merupakan aset daerah. <p style="text-align: justify;">“Siapa yang mengelola dan bertanggungjawab atas sejumlah bangunan tersebut, apakah KONI, masing-masing pengcab atau pemerintah daerah, harus dijelaskan transparan,” kata politisi Partai Golkar itu.<br /><br />Menurutnya, fasilitas olehraga tersebut adalah kebanggan masyarakat Sintang yang digunakan sebaik-baiknya untuk mendukung kemajuan olahraga di kabupaten ini.<br /><br />“Sehingga semua bangunan yang ada di kawasan tersebut harus difungsikan dengan baik, jelas penggunaan dan pengelolaannya,” kata dia.<br /><br />Selama ini yang belum diperoleh kejelasan adalah soal kemana saja uang sewa dari penggunaan sejumlah fasilitas, belum lagi siapa yang melakukan perawatan ringan untuk sejumlah bangunan.<br /><br />“Kalau malam fasilitas olahraga itu seakan jadi tempat yang tidak senonoh, siapa yang mengawasinya, belum lagi kalau rumput tinggi, siapa yang menebasnya,” ucapnya.<br /><br />Belum lagi ketika komplek stadion itu digunakan untuk menggelar pameran atau kegiatan lainnya, tidak jarang ketika kegiatan selesai sampah berserakan, memenuhi selokan sehingga kalau hujan, jalan menjadi tergenang dan rusak.<br /><br />“Bagaimana dengan sewa kawasan ketika pameran, siapa yang bertanggungjawab terhadap kebersihannya, jelas ini jadi pertanyaan kita,” imbuhnya.<br /><br />Selain masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan tersebut yang saban hari melihat kompleks stadion kumuh jika digunakan untuk acara skala besar, warga lainnya juga tentunya merasakan yang sama ketika datang ke lokasi itu.<br /><br />“Apalagi sekarang kawasan stadion sudah menjadi alternatif bagi banyak warga untuk menghabiskan sore dengan berlari-lari keliling stadion, tentunya banyaknya sampah yang beserakan atau rumput yang tinggi itu merusak pemandangan,” pungkasnya. <strong>(phs)</strong></p>