Peningkatan Daya Tampung Bandara Supadio Selesai 2013

oleh

Upaya PT Angkasa Pura II Cabang Bandara Supadio Pontianak, Kalimantan Barat untuk meningkatkan daya tampung penumpang di bandara itu akan direalisasikan pada akhir 2013. <p style="text-align: justify;">"Bandar udara Supadio Pontianak, menjadi salah satu bandara yang dikelola PT Angkasa Pura II saat ini sudah menjadi bandara kelas dunia," kata Kepala Divisi Operasi (Kadiops) Bandar Udara Supadio, Syarif Usmulyani, Kamis.<br /><br />Untuk itu, tambahnya, pihaknya akan meningkatkan kapasitas daya tampung pada bandara ini dari 0,875 juta penumpang pertahun menjadi 2,5 juta pertahun, dengan target penyelesaian akhir 2013.<br /><br />Dia menjelaskan, dalam pengembangan Bandara Supadio ada tiga item yang akan dilakukan selama tahun ini. Yang pertama terminal baru, kedua parkir pesawat atau apron, ketiga pemindahan gedung cargo dari yang lama ke baru.<br /><br />Usmulyani mengatakan, pencanangan pembangunannya diresmikan Desember 2011.<br /><br />"Saat ini, pembangunan yang sudah dilakukan dan bisa ditempati adalah gedung cargo. Untuk item lain diperkirakan tuntas sampai akhir 2013," katanya.<br /><br />Khusus apron, lanjutnya, harus dikejar karena dibutuhkan untuk menampung lonjakan jumlah maskapai dari dan ke Kalbar. Pasalnya, pesawat dari luar dan tidak terjadwal banyak masuk.<br /><br />"Apron yang sudah ada tidak diubah hanya ditambah tiga lagi. Kendati kurang mementingkan pelebaran dan perpanjangan runway guna pendaratan pesawat berkapasitas besar milik Garuda, apron dianggap penting buat pesawat tua yang selama ini melayani penerbangan dari dan ke Supadio," katanya.<br /><br />Dia juga mengatakan, pada tahun-tahun sebelumnya jumlah penumpang di bandara Supadio berjumlah 1.500-1.750 penumpang. Sekarang sudah tembus dan mencapai 3.300 penumpang setiap hari.<br /><br />"Karena itu Angkasa Pura lebih perlu gedung baru dan menambah tempat parkir pesawat. Ini semata-mata permintaan jumlah penumpang meningkat," tuturnya.<br /><br />Untuk pembangunan tiga bagian tersebut sedikitnya membutuhkan Rp100 miliar. Dana itu berasal dari kas Angkasa Pura, BUMN yang menguasai operasi seluruh bandara di Indonesia.<br /><br />Sasaran pembangunan terminal baru agar mampu melayani hingga 3,2 juta penumpang per tahun. Bangunan lama yang fasilitasnya buruk, baik toilet yang sering bau, air yang kurang lancar, kebersihan kurang terjamin, dan sirkulasi orang yang tidak memadai, dibongkar semua.<br /><br />"Kami menargetkan seluruh pembangunan bandara selesai 2014, namun diupayakan selesai 2013, sehingga sebagian bangunan tetap dapat dioperasikan," kata Usmulyani. <strong>(phs/Ant)</strong></p>