Penipuan Bantuan Sarana Pendidikan Di Kalbar Marak

oleh

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Barat, Alexius Akim mengingatkan pihak sekolah maupun institusi terkait lainnya mengenai maraknya upaya penipuan dengan modus pemberian bantuan dari pemerintah. <p style="text-align: justify;">"Sudah dua tahun terakhir marak dan tidak hanya guru, kepala sekolah, dosen pun ada yang terkena. Mulai jutaan sampai belasan juta rupiah," kata Akim saat dihubungi di Pontianak, Senin.<br /><br />Menurut dia, modus yang dilakukan dengan mengirim surat palsu, telepon, serta SMS yang mengatasnamakan dirinya sebagai pejabat atau staf terkait perihal bantuan dana sarana dan prasarana pendidikan ke sejumlah kepala sekolah atau lembaga pendidikan di Kalbar.<br /><br />Pelaku mempersyaratkan imbalan tertentu dan berjanji bantuan tersebut akan segera ditetapkan dan dicairkan secepatnya.<br /><br />"Korban diminta untuk mengirim uang ke rekening tertentu yang diberikan pelaku," kata dia.<br /><br />Akim menjelaskan, dalam pelaksanaan penetapan dan penyaluran bantuan yang diberikan kepada lembaga pendidikan, pihaknya tetap melalui mekanisme dan prosedur standar.<br /><br />Yakni melalui sosialisasi yang dilakukan berjenjang dilanjutkan dengan pengajuan proposal dan verifikasi serta penilaian dan penetapan sekolah atau lembaga penerima bantuan tetap dilakukan sesuai petunjuk teknis dan ketentuan berlaku.<br /><br />"Juga tidak pernah dilakukan komunikasi jarak jauh seperti menggunakan HP atau SMS, apalagi minta imbalan tertentu," katanya menegaskan.<br /><br />Ia meminta kalau menerima surat, SMS, atau telepon dari pihak-pihak yang mengatasnamakan Dinas Pendidikan Kalbar, dapat mengkonfirmasi terlebih dahulu.<br /><br />Sekretaris Dinas Pendidikan Kalbar Mustaruddin mengatakan, upaya penipuan tersebut mulai marak dalam dua tahun terakhir.<br /><br />"Ada surat resmi dari Kadis Pendidikan Kalbar kepada kepala dinas pendidikan kabupaten dan kota se-Kabar agar mewaspadai hal itu," kata Mustaruddin. <strong>(phs/Ant)</strong></p>