Penjualan Batu Bara Barut 669.872 Metrik Ton

oleh
oleh

Penjualan batu bara sejumlah perusahaan pertambangan di Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah hingga Pebruari 2012 sebanyak 669.872,96 metrik ton. <p style="text-align: justify;">Lebih dari 600.000 ton batu bara ini merupakan produksi 14 investor pemegang izin kuasa pertambangan atau izin usaha pertambangan (IUP), kata Kepala Dinas Pertambangan dan Energi Barito Utara (Barut), Muhlis, di Muara Teweh, Jumat.<br /><br />Muhlis menyebutkan produksi batu bara di kabupaten pedalaman Kalteng itu masih mengalami kendala angkutan karena selama ini masih mengandalkan transportasi Sungai Barito.<br /><br />Angkutan tambang batu bara sering terhenti akibat kedalaman Sungai Barito yang menurun hingga tidak bisa dilayari tongkang dan kapal besar.<br /><br />Selain itu, kalau debit air naik atau di atas normal, kapal tidak bisa melewati jembatan KH Hasan Basri Muara Teweh karena bisa tersangkut.<br /><br />"Kendala alam ini membuat angkutan tambang batu bara melalui Sungai Barito tidak maksimal. Selain kendala alam, belum maksimalnya produksi batu bara sejumlah investor juga terjadi akibat perizinan," katanya didampingi Kepala Bidang Pengawasan Tambang, Juni Rantetampang.<br /><br />Bahkan puluhan izin perusahaan tambang batu bara di kabupaten pedalaman Sungai Barito pemegang IUP dibatalkan karena harus menunggu perubahan Perda Tata Ruang Wilayah Provinsi (RTRWP) Kalteng.<br /><br />Pengesahan perubahan perda itu tertunda karena hasil rekomendasi tim terpadu pemerintah pusat tidak sesuai dengan kondisi luas kawasan hutan di Kalteng dan Pemprov Kalteng keberatan hasil rekomendasi itu.<br /><br />"Kalau RTRWP sudah disahkan, perusahaan-perusahaan itu tetap mendapat prioritas untuk operasional kembali," jelas Muhlis.<br /><br />Disamping itu, operasional mereka juga terkendala izin pemanfaatan kawasan hutan dari Kementerian Kehutanan dan jalan angkutan tambang sehingga sejumlah investor menghentikan kegiatan untuk sementara.<br /><br />"Kami mengharapkan masalah perizinan dan jalan tambang ini bisa segera diatasi sehingga pemanfaatan tambang batu bara di daerah ini lebih optimal," katanya Meski mengalami sejumlah kendala, namun penjualan batu bara pada periode Januari-Desember 2011 mencapai 2.399.563,22 metrik ton atau meningkat dibanding tahun sebelumnya 2.036.892,83 ton. <strong>(das/ant)</strong></p>