Penjualan Semen Dalam Negeri Turun 17,7 Persen

oleh

Penjualan semen di pasar dalam negeri selama Agustus 2011 turun 17,7 persen menjadi 3,6 juta ton dibandingkan Juli yang mencapai 4,3 juta ton. <p style="text-align: justify;">Penjualan semen di pasar dalam negeri selama Agustus 2011 turun 17,7 persen menjadi 3,6 juta ton dibandingkan Juli yang mencapai 4,3 juta ton.<br /><br />"Penjualan memang melemah saat masuk Puasa karena masyarakat fokus pada keperluan lain untuk menyambut Lebaran," kata Ketua Asosiasi Semen Indonesia (ASI) Urip Timuryono di Jakarta, Rabu.<br /><br />Selain itu, kata dia, truk pengangkut semen dilarang melewati jalan antarprovinsi, karena ada arus balik dan mudik Lebaran. Pada saat itu, truk pengangkut dilarang beroperasi selama dua minggu, sepekan pada Agustus dan sepekan pada September.<br /><br />"Jadi wajar saja konsumsi turun. Banyak semen yang belum dikirim ke daerah karena ada larangan pengoperasian truk," katanya.<br /><br />Sejalan dengan itu, dia menyatakan, penjualan pada September bakal sedikit turun. Namun, sampai saat ini ASI belum mengubah target konsumsi semen sebesar 10 persen.<br /><br />Berdasarkan data ASI, penjualan semen selama Januari – Agustus 2011 naik 13 persen menjadi 30,4 juta ton. Sedangkan ekspor anjlok 56 persen menjadi 780 ribu ton. Dengan demikian total penjualan naik 8,7 persen menjadi 31,2 juta ton.<br /><br />Analis Mandiri Sekuritas Octavius Oky Prakarsa menyatakan, penjualan tercatat menurun 0,3 persen jika dibandingkan dengan Agustus 2010 sebesar 3,615 juta ton. Penurunan ini lebih dipicu faktor musiman dan sudah diprediksi sebelumnya.<br /><br />Meski menurun, menurut dia, permintaan semen dari sektor properti dan infrastruktur masih cukup kuat.<br /><br />Dia mencatat penjualan semen curah (bulk) yang digunakan di proyek properti dan infrasruktur meningkat 16,3 persen, sedangkan penjualan semen kantong turun 3,8 persen. (Eka/Ant)</p>