Pentahbisan Uskup Sintang

oleh

Pukul 10.34 WIB, Pastor Samuel Oton Sidin, OFM. Cap ditahbiskan menjadi Uskup Keuskupan Sintang yang baru menggantikan Mgr. Agustinus Agus, Pr yang sudah pindah dua tahun lalu menjadi Uskup Agung Pontianak. Setelah ditahbiskan oleh Mgr. Agustinus Agus, Pr maka Pastor Samuel Oton Sidin, OFM Cap berhak menyandang gelar Monsinyur. Pentahbisan yang dilaksanakan dalam misa khusus di Stadion Baning pada Rabu, 22 Maret 2017 tersebut hadiri ribuan umat Katolik dari tiga kabupaten yang berada diwilayah kerja Keuskupan Sintang yakni Sintang, Melawi dan Kapuas Hulu. <p style="text-align: justify;">Turut memberikan dukungan dan doa, 29 Uskup di Indonesia, seluruh Pastor dan Suster di Keuskupan Sintang, umat Paroki St. Fransiskus Assisi Tebet Jakarta Selatan, keluarga besar dari Kabupaten Bengkayang, Gubernur Kalbar Cornelis, Duta Besar Vatikan untuk Indonesia Mgr. Antonio Guido Filipazzi, Eusabius Binsasi Dirjen Bimas Katolik Kementerian Agama RI, Bupati dan Wakil Bupati Sekadau, Bupati Melawi, Wakil Bupati Kapuas Hulu, Ketua DPRD Kabupaten Sintang, Ketua DPRD Provinisi Kalbar, Anggota DPR RI Lasarus, Karolin Margareth Natasha, Katherine Angela Oendoen.<br /><br />Uskup Agung Pontianak Mgr. Agustinus Agus, Pr menyampaikan selama memimpin umat di Keuskupan Sintan ada kerjasama dan kebersamaan dengan Pemkab Sintang, Melawi, Kapuas Hulu dan Pemprop Kalbar yang sudah banyak membantu kegiatan keuskupan Sintang. “Terima kasih kami sudah banyak dibantu selama ini. Saya berharap Uskup baru bisa lebih akrab dengan pemerintah. Kepada umat saya mohon dukung dan doakan Uskup baru. 20 tahun saya berkarya di Keuskupan Sintang, Saya bangga dengan umat. Mohon maaf atas kesalahan yang pernah saya lakukan. Saya memang pindah ke Pontianak tetapi hati saya masih di Sintang” terang Mgr. Agustinus Agus, Pr. <br /><br />Uskup Keuskupan Sintang Mgr. Samuel Oton Sidin, OFM. Cap mengharapkan berkat Tuhan terus berkarya untuk mampu melayani ditengah keterbatasan  secara pribadi. “saya ingin berintegrasi dengan seluruh umat di Keuskupan Sintang. Saya mohon doa dan dukungan dari seluruh umat bagi saya pribadi supaya saya kuat dalam mengemban tugas sebagai Uskup Sintang. Saya yakin Tuhan akan melengkapi kekurangan saya sehingga mampu melayani umat dengan baik. Saya berterma kasih kepada pendahulu saya Mgr. Agustinus Agus, Pr yang sudah membantu saya. Para pastor bagi saya adalah teman saya dalam mengerjakan ladang Tuhan yang luas. Mari kita bersama membangun Keuksupan Sintang, memikul beban berat bersama,  menjinjing beban ringan bersama. Kepada umat, terima kasih sudah menerima dan mendukung saya. Dukungan itu saya perlukan terus menerus dalam mengemban tugas. Doakan saya supaya mampu menjadi seorang gembala dan Uskup yang baik” terang Mgr. Samuel Oton Sidin.<br /><br />Ketua Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) Mgr. Ignatius Suharyo menyampaikan bahwa dalam kisah samuel di Alkitab, samuel akan semakin besar karena Tuhan akan menyertainya. <br /><br />“maka Samuel Oton Sidin akan melaksanakan tugasnya sampai tuntas. Mari kita dukung karya pelayanan Uskup Sintang” ajak Mgr. Ignatius Suharyo.<br /><br />Bupati Sintang H. Jarot Winarno menyampaikan merasa senang dengan pelaksanaan pentahbisan uskup baru. <br /><br />selama pengabdian Mgr. Agustinus Agus di Sintang. Kami sudah bekerjasama dalam membangun masyarakat. Kami mendapat banyak masukan dan didampingi oleh monsinyur Agustinus Agus. Harapan kami masih bisa bekerjasama bahkan lebih erat dengan uskup yang baru. Bagi kami, monsiynur Samuel Oton Sidin merupakan pejuang lingkungan, ini energi baru bagi kami untuk menjaga lingkungan di Kabupaten Sintang 57 persen masih hutan. <br /><br />Duta Besar Vatikan untuk Indonesia Mgr. Antonio Guido Filipazzi berpendapat sosok uskup harus dipandang sebagai bapak yang mampu merawat seluruh umat dengan kasih. Makna Uskup seorang bapak berarti sikap kebapakan yang sejati penuh kesabaran, mengoreksi dan memberikan semangat bagi anak-anaknya. <br /><br />“Uskup juga diberikan kepercayaan untuk membina umatnya. Anak-anak merupakan anggota gereja. Uskup harus memiliki rasa tanggung jawab sebagai bapak bagi umat yang ada. Sikap kebapakan seorang uskup, harus merangkul semua orang dengan cirinya masing-masing tanpa pandang bulu. Uskup memberkan perhatian kepada anak-anak Allah. Bapak bagi para imam. Setiap umat dan para imam harus mendapatkan perhatian dari uskup. <br /><br />Kaum miskin dan setiap orang yang membutuhkan pertolongan juga harus diperhatikan dengan belas kasih. Uskup harus memelihara hubungan dan komunikasi yang baik dengan umat dan para imam. Uskup harus mudah dihubungi untuk mengenal umat dan para imam. Uskup harus mendoakan gereja dan umatnya” pesan Duta Besar Vatikan untuk Indonesia Mgr. Antonio Guido Filipazzi.<br /><br />Eusabius Binsasi Dirjen Bimas Katolik Kementerian Agama RI menyampaikan pihaknya mendorong agar umat Katolik dan Keuskupan Sintang terus mendukung pemerintah. <br /><br />“Terima kasih dukungan dari keluarga  Mgr.  Samuel Oton Sidin yang sudah menjaga dan membina sejak kecil hngga menjadi seorang uskup. Terus jalin Kerjasama antara pemerintah dan gereja Katolik untuk bersama-sama mengatasi persoalan kehidupan di dunia” pinta Eusabius Binsasi Dirjen Bimas Katolik Kementerian Agama RI.<br /><br />Gubernur Kalbar Cornelis menjelaskan tantangan dalam berkarya di Keuskupan Sintang sangat besar seperti kedisiplinan umat, intoleransi di masyarakat, narkoba, kemiskinan dan kemajuan teknologi. Narkoba bisa diberantas jika keluarga kuat” terang Cornelis.<br /> <br />Ketua Panitia Pentahbisan yang juga Sekretaris Daerah Kabupaten Sintang Yosepha Hasnah menyampaikan ucapan terima kasih atas penunjukan Mgr. Samuel Oton Sidin seorang pemimpin umat Katolik yang kami nantikan di Keuskupan Sintang. <br /><br />“Terima kasih kepada kepada Pemkab Sintang, Pemkab Melawi, dan Kapuas Hulu yang sudah memberikan dukungan penuh untuk kelancaran pentahbisan Uskup Sintang ini. (Slh/Hms)</p>