Penurunan Angka Stunting, Sintang Punya Kampung Gizi dan Gang Hijau

oleh

SINTANG, KN — Wakil Bupati Sintang, Sudiyanto, membuka kegiatan diseminasi Panduan Gizi Seimbang Berbasis Pangan Lokal (PGS-PL) dan Sosialisasi Program Anakku Sehat dan Cerdas dalam rangka penguatan penurunan stunting pada bayi dan balita di Kabupaten Sintang, yang dilaksanakan di Aula Bappeda, pada Kamis, (25/3/2021) kemarin.

Menurut Sudiyanto, pemerintah Kabupaten Sintang menyambut baik kegiatan yang dilaksanakan oleh Poltekkes Kemenkes Pontianak bersama Seameo Recfon Gain ini.

“Semoga kegiatan ini dapat sebagai acuan pemenuhan kebutuhan gizi dengan mempertimbangkan keterjangkauan, ketersediaan secara lokal di masyarakat dan tercapainya status gizi masyarakat yang optimal sebagai dasar untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia, yang nantinya akan sinergis dengan tujuan dari pembangunan nasional yaitu meningkatkan kesejahteraan seluruh warga negara Indonesia,” harap Sudiyanto.

Sudiyanto mengungkapkan, mengenai gizi seimbang berbasis pangan lokal, di kabupaten sintang telah memiliki 1 desa yang sudah ditetapkan sebagai kampung gizi, yaitu Desa Sungai Pukat, Kecamatan Kelam Permai yang juga menjadi juara saat mengikuti lomba desa tingkat provinsi Kalbar.
Desa tersebut, memiliki petugas gizi teladan yang aktif mengedukasi terkait pemanfaatan pangan lokal kaya gizi dari tanaman yang ada di sekitar pekarangan penduduk.

“Selain itu kita juga memiliki 1 gang di wilayah desa baning kota yaitu gang gama jaya dibawah binaan solidaridad, dinas pertanian dan dinas ketahanan pangan melalui pemanfaatan pekarangan lestari oleh penduduk sekitar dengan menanam sayur mayur dan buah buahan serta kolam ikan,” ungkap Sudiyanto.

Kepala Bappeda Kabupaten Sintang, Kartiyus mengatakan Pemkab sangat komitmen doal pencegahan dan penurunan stunting ini. Hal itu ditunnukan dengan penyajian sesuatu yang berbeda dengan kabupaten lain.

Menurut Kartiyus, salah satu yang menjadi unggulan Kabupaten Sintang adalah sudah punya Peraturan Bupati Sintang tentang Desa ODF. Dan sudah diturunkan menjadi Peraturan Desa di semua desa di Kabupaten Sintang.

“Yang lainnya juga, lintas OPD mau diajak keroyokan dalam mencegah dan menurunkan stunting. Dinas Perkim membuat WC dan air bersih, Dinas Ketahanan Pangan membuat kebun sayur diperkarangan rumah, Dinas Kesehatan sudah sangat spesifik melalui puskesmas, Dinas Pemdes membuat peraturan tentang kewenangan desa dan ADD untuk menurunkan stunting. Waktu dinilai, tim penilai melihat di APBD dan APBDes ada dana untuk mengurus stunting ini,” bebernya.

Program inovasi lainnya, Pemkab Sintang membentuk kampung gizi di Sungai Pukat. Kemudian membina Gang Gamajaya, Desa Baning Kota sebagai Gang Hijau dengan menerapkan K3 yakni kebun sayur, kolam ikan dan kandang ternak yang semuanya menuju peningkatan gizi dan menurunkan stunting. (GS)