Penurunan Kemiskinan Dan Pengangguran Kalbar Lampaui Target

oleh
oleh

Ketika memberikan pengarahan pada peserta musrembang tingkat kabupaten Sintang yang digelar Senin (920/3) di gedung Pancasila Sintang, gubernur Kalbar Cornelis mengatakan bahwa Kalbar berhasil melampui target pada penurunan angka kemiskinan dan pengangguran di tahun 2011. <p style="text-align: justify;"><br />“Telah terjadi penurunan angka kemiskin di Kalbar dari 11,08 persen menjadi 8,48 persen. Kemudian angka penggangguran juga turun dari 6,91 persen menjadi3,88 persen,”ujarnya. <br /><br />Akibat penurunan angka kemiskinan dan pengangguran tersebut menurutnya berimbas pula pada peningkatan indeks pembangunan manusia (IPM). Namun begitu menurutnya masih diperlukann kerja keras untuk terus meningkatkan IPM yang terbentuk dari beberapa indicator kinerja. Antara lain angka harapan hidup, angka melek huruf, rata-rata lama sekolah dan pengeluaran perkapita. <br /><br />Dikatakan Cornelis keberhasilan pembangunan Kalimantan Barat tidak terlepas dari perananan semua pihak termasuk pemerintah kabupaten Sintang. oleh karena itu ia mengajak kepada pemerintah dan seluruh peserta musrembang untuk terus meningkatkan peran guna membawa Kalimantan Barat ke arah yang lebih baik.<br /><br />Musrembang lanjut Cornelis merupakan forum untuk merencanakan dan menganalisa program yang akan dilaksanakan oleh semua pihak. Baik ditingkat kabupaten, kecamatan dan bahkan desa yang semua telah ditentukan porsinya. <br /><br />“Biasanya di perencanaan ini dimulai tindakan korupsi. Maka harus jeli,”ujarnya mengingatkan. <br /><br />Ia pun mencontohkan penganggaran dalam APBD untuk ruas jalan di areal perkebunan yang sebenarnya telah dilakukan oleh pihak perusahaan. Akibatnya terjadi double anggaran dan mengarah pada tindakan yang merugikan negara. <br /><br />Cornelis juga mengingatkan kepada kepala daerah untuk secara adil membagi dana pembangunan yang diberikan oleh pemerintah pusat melalui DAK dan DAU.</p> <p style="text-align: justify;">Karena pada dasarnya menurutnya pembagian kewenangan dari pusat hingga ke daerah telah terbagi habis. Penjabaran kewenangan tersebut menurutnya telah ditentukan melalui alokasi dana yang tertuang dalam APBN, APBD provinsi dan APBD kabupaten. <br /><br />“Tiga hal itu harus singkron dan tidak boleh bertentantangan. Maka harus diatur supaya tidak terjadi tumpang tindih atau overlave,”tegasnya. <br /><br />Sementara bupati Sintang dalam sambutanya mengatakan dengan tema musrembang “Infrastruktur dasar yang serasi dan seimbang, ketahanan pangan dan pemberdayaan masyarakat” serta melihat sejumlah indicator keberhasilan pemkab sintang ditahun 2011, maka ditetapkanlah sejumlah prioritas pembangunan sintang ditahun 2013.</p> <p style="text-align: justify;">Prioritas tersebut adalah peningkatan infrastruktut dasar, penguatan ketahanan pangan, pemberdayaan masyarakat, peningkatan kualitas pendidikan, peningkatan kualitas kesehatan dan optimalisasi pelayanan public. <br /><br />“Lima prioritas tersebut merupakan satu kesatuan yang utuh untuk mencapai visi pembanguna sintang yaitu terwujudnya masyarakat yang produktif, berkualitas, sejahtera dan demokratis melalui gerbang emas – Jakarta Selatan,”pungkasnya. <strong>(phs)</strong></p>