Penyaluran BLSM Belum Optimal

oleh

Dari 25.197 Penerima Bantuan Langsung Sementara Masyarakat (BLSM) di Kabupaten Sintang, tercatat baru 77 Rumah Tangga Sasaran (RTS) yang sudah mengambilnya langsung ke Kantor pos Sintang. <p style="text-align: justify;">Hal tersebut disebabkan lokasi penerima BLSM tersebut jauh dari Kantor pos.<br /><br />Belum optimalnya penyaluran BLSM kepada Masyarakat disebabkan kita mengalami kesulitan untuk mengantar. Namun, kita sudah menghubungi Kepala Desa (Kades). Untuk memberitahukan kepada warganya yang mendapatkan BLSM ini agar mengambilnya dikantor pos Sintang. Kalau kendala lainnya mungkin banyak warga jarang atau belum pernah berhubungan dengan Pos,”ungkap Kepala Kantor Pos Sintang, Zailani kepada wartawan,beberapa waktu yang lalu.<br />    <br />Zailani menuturkan bahwa proses penyaluran BLSM dikabupate sintang dimulai pada tanggal 25 Juni lalu belum sampai 100 RTS. <br /><br />“hari pertama sebanyak 35 RTS. Hari kedua 32 RTS. Dan hari ini,Kamis 27/6 red, hanya 10 RTS datang ke kantor pos mengambil BLSM. Sementara pelayanan penyaluran BLSM di Sintang ditangani 12 petugas.  <br />menurut Zailani, pihaknya tetap mengupayakan bisa menyerahkan langsung BLSM kepada RTS penerima. <br /><br />Tim satgas khusus juga sudah dibentuk. Lantaran pengambilan BLSM tak bisa diwakilkan. ”Penerima harus mengambil sendiri dengan menujukkan kartu Perlindungan Sosial. Kecuali BLT. Dulu bisa diambilkan sama orang lain,” kata dia. <br /><br />Ia juga mengatakan bahwa jumlah RTS terbanyak penerima BLSM di Sintang, terdapat di kecamatan Serawai yang Jumlahnya mencapai 5479 RTS. Disusul kecamatan ketungau tengah, sebanyak 3029 RTS. “sementara daerah paling sedikit menerima BLSM berada di Kecamatan Sintang Kota yang hanya mencapai 570 RTS. <br /><br />Meskipun demikian, lanjut Zaelani, kami sangat membutuhkan dukungan Kades dalam penyaluran BLSM. Teknisnya sangat dimungkinkan penerima yang bermukim di desa  berdekatan dikumpul sekaligus supaya penyalurannya dapat segera terealisasi dengan cara kita langsung melakukan koordinasikan dengan Kades,” ucapnya.<br /><br />Zailani menambahkan untuk Kartu Perlindungan Sosial (KPS), juga belum sepenuhnya tersalurkan ke RTS penerima BLSM. Batas waktu pihaknya menyerahkan kartu tersebut paling lambat hingga 30 Juni mendatang. Tetapi Zailani tidak memperinci persentase KPS yang sudah berhasil disalurkan Pos Sintang. <br /><br />Namun dia optimis (KPS) mampu dibagi sesuai batas waktu yang ditentukan. “Sementara untuk penyaluran  BLSM akan kita lakukan secara Rapel dua bulan untuk tahap awal, dengan rincianperbulannya RTS menerima Rp.150 ribu, “pungkas Zaelani. <strong>(das/Lay)</strong></p>