Penyelesaian RS Rujukan, Pemkab Bisa Pinjam Dana

oleh
oleh

Rumah Sakit Rujukan sudah seperti bangunan tak terurus, tak jelas kapan realisasi penyelesaiannya, kualitas bangunan pun bisa semakin menurun, padahal pemerintah daerah bisa saja mencari dana pinjaman untuk penyelesaian bangunan tersebut. <p style="text-align: justify;"><br />“Sebenarnya bisa saja mekanisme pinjaman itu diterapkan, artinya itu salah satu pilihan yang bisa diambil,” kata Achmad Sutarmin, Ketua Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah  (DPRD) Kabupaten Sintang kepada kalimantan-news.com, Senin (14/11/2011) di Sintang.<br /><br />Menurutnya, selain mekanisme pinjaman, bisa saja diterapkan pola penyelesaian pembangunan dengan menggunakan pihak ketiga tanpa keluar biaya pembangunan di awal.<br /><br />“Setiap tahun kemudian dianggarkan untuk membayar biaya yang dikeluarkan pihak ketiga,” jelasnya.<br /><br />Namun sampai saat ini ia melihat Pemkab Sintang masih mengupayakan terus untuk memperoleh anggaran pembangunan dari tiga sumber yaitu APBD Kabupaten, Provinsi dan APBN.<br /><br />“Artinya itu mekanisme normal yang bisa diusahakan dengan maksimal meskipun kenyataannya sekarang dukungan dari provinsi mulai berkurang, tetapi tetap masih bisa diupayakan, kalaupun sudah tidak bisa lagi, terpaksa mekanisme pinjaman bisa diterapkan,” kata dia.<br /><br />Ia menilai penyelesaian RS Rujukan Sintang ini dengan berharap pada tiga sumber pembiayaan tentunya sudah bicara soal keseriusan dan komitmen pemerintah dari daerah sampai ke pusat.<br /><br />“Karena bagaimanapun RS itu sangat strategis jika kita melihat kebutuhan pelayanan kesehatan saat ini dengan kondisi RSUD yang sudah ada sekarang,” ucapnya.<br /><br />Jika melihat kondisi RSUD Ade M Djoen dengan semakin bertambahnya penduduk dan bahkan tidak jarang pasien datang dari kabupaten tetangga Sintang, tentunya sedikit banyak akan berdampak pada pelayanan.<br /><br />“Ruangan perawatan RSUD yang ada sekarang sudah kurang memadai, mau dikembangkan juga lahannya pas-pasan, sehingga penyelesaian RS rujukan menjadi sangat perlu,” tukasnya.<br /><br />Ia mengatakan semakin cepat RS Rujukan bisa diselesaikan maka akan semakin baik karena pelayanan kesehatan merupakan salah satu pelayanan dasar yang harus dipenuhi pemerintah.<br /><br />Jika bangunan RS Rujukan yang sudah ada sekarang dibiarkan terlalu lama tanpa ada kejelasan kegiatan pembangunan lanjutan, tentunya kondisi ini tidak baik bagi kualitas bangunan.<br /><br />“Lama-lama kualitas bangunan yang sudah dibangun nanti menurun sehingga pembangunan memang harus simultan,” ucapnya.<strong> (phs)</strong></p>