Penyuluh Pertanian Kaltim Diminta Kembangkan Produk Lokal

oleh

Para penyuluh pertanian di Provinsi Kalimantan Timur diminta lebih peka terhadap potensi dan produk unggulan lokal yang bisa dikembangkan agar berdaya saing, sehingga ke depan produk daerah bisa laku di pasar internasional. <p style="text-align: justify;"><br />"Jika kita mau mengamati dengan jeli, banyak potensi lokal yang bisa diangkat ke tingkat nasional, bahkan hingga internasional. Kita hanya perlu berkreasi dan aktif," ujar Kepala Unit Pelaksana Teknis Badan Pelatihan Pertanian (UPT Bapeltan) Provinsi Kaltim Syarfiddin di Samarinda, Senin.<br /><br />Ia mengemukakan hal itu saat pembukaan Diklat Alih Kelompok bagi Penyuluh Pertanian se-Kaltim yang diikuti 24 tenaga penyuluh pertanian dari kabupaten/kota.<br /><br />Menurut ia, banyak potensi pertanian di kabupaten dan kota yang belum mendapatkan perhatian sehingga daya jualnya masih rendah.<br /><br />Contoh, beras unggul lokal banyak yang dimiliki kabupaten/kota seperti beras Mayas dan Adan.<br /><br />Namun, karena beras unggul dan pulen tersebut belum mendapatkan penanganan yang baik, maka hanya mampu dikenal dan dijual di tingkat lokal, tanpa bisa bersaing di tingkat nasional apalagi internasional.<br /><br />Untuk itu, lanjutnya, setelah pelatihan ini semua Penyuluh Pertanian Lapangan harus mampu melihat dan mengidentifikasi potensi pertanian di wilayah masing-masing, sehingga produk pertanian mampu menjadi produk unggulan yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi.<br /><br />"Setelah mendapatkan pendidikan dan pelatihan ini, diharapkan para penyuluh memperoleh umpan balik, sehingga produk lokal bisa dikemas dan dipromosikan menjadi unggulan nasional dan mampu bersaing di pasar global," katanya.<br /><br />Apalagi, tambah Syarfiddin, saat ini era teknologi dan pasar yang semakin luas, sehingga para penyuluh harus terus berkreasi, berinovasi, tekun dalam meningkatkan pengetahuan, terutama teknologi dan industri pengolahan atau agrobisnis.<br /><br />Sementara itu, Diklat Alih Kelompok yang diikuti 24 peserta dari enam kabupaten/kota, sebagai upaya meningkatan kompetensi, pengetahuan, dan inovasi para penyuluh setelah kembali ke daerah masing-masing.<br /><br />Peserta dari enam kabupaten dan kota di Kaltim itu adalah dari Kota Samarinda, Balikpapan, Kabupaten Kutai Timur, Kutai Barat, Makaham Ulu, dan Penajam Paser Utara.<br /><br />Pelatihan berlangsung selama 14 hari dengan materi teori dan praktik. Pelatihan dipusatkan di lingkungan UPT Bapeltan yang memang telah memiliki sarana lengkap baik asrama, ruang belajar, maupun alat-alat praktik pertanian.<br /><br />"Seluruh peserta telah melalui seleksi sehingga yang mengikuti Diklat Alih Kelompok ini benar-benar peserta terpilih. Kami berharap terjadi peningkatan peran penyuluh di lapangan, terutama peningkatan pengetahuan dalam mengidentifikasi keunggulan lokal dan pengembangannya," kata Syarfiddin, lagi. (das/ant)</p>