Penyuluh Pertanian Landak Ciptakan Alat Perontok Padi

oleh

Seorang penyuluh pertanian lapangan (PPL) dari Kecamatan Jelimpo Kabupaten Landak, Kalimantan Barat, berhasil menciptakan alat perontok padi dengan bahan dasar besi. <p style="text-align: justify;">Karya tangan penyuluh pertanian bersama Sumadi itu menjadi daya tarik para pengunjung di stan Pameran Pembangunan saat "Landak Expo 2014" dalam rangka HUT Pemerintah Kabupaten Landak di halaman Kantor Bupati setempat, Rabu.<br /><br />"Barang yang kami pamerkan hasil karya petani dan penyuluh. Selain tanaman pangan juga alat perontok padi buatan PPL, memakai besi dilas sehingga lebih permanen. Kalau dijual mencapai Rp2 juta," ungkap Kepala Badan Pelaksanaan Penyuluhan Pertanian Perikanan dan Kehutanan (BP4K) Landak Paiman.<br /><br />Paiman mengaku terus melakukan pembinaan kepada para petani melalui PPL. Sehingga hasil pertanian dengan teknologi, salah satunya dipamerkan di setiap kegiatan. Tujuannya memberikan motivasi dan inspirasi masyarakat petani lainnya.<br /><br />"Misal alat perontok padi buatan sendiri, lantas cara tanam sawi di bambu dan lainnya. Ini bisa menjadi ilmu tersendiri bercocok tanam tidak harus di tanah hamparan luas, jika tidak memiliki tanah," ujar Paiman yang pernah menjadi PPL ini.<br /><br />Hasil karya petani dan penyuluh menjadi kebanggaan sendiri untuk Pemkab Landak. Hal itu dibuktikan saat pameran Landak Expo baru hari kedua sudah dikunjungi ratusan warga.<br /><br />"Memang efektif juga melalui pameran, akan kita tindaklanjuti pada kegiatan lain sebagai ajang penyuluhan. Bahkan ada pengunjung yang ajak kerja sama di bidang penerapan teknologi pertanian," kata Paiman.<br /><br />Ia menambahkan, mengenai jumlah PPL di Landak diakuinya masih minim tidak sesuai luasan Kabupaten Landak. Tapi melalui inovasi sambil menunggu pengangkatan formasi PNS untuk PPL, maka telah diangkat 25 penyuluh swadaya, dan penyuluh perikanan swadaya 12 orang.<br /><br />"Nah, mereka untuk membantu menyampaikan teknologi informasi kepada petani. Mereka juga diberikan pendidikan atau latihan seperti bimbingan teknis," tutur Paiman.<strong> (das/ant)</strong></p>