Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika Maritim Pontianak, Kalimantan Barat, Jumat, menyatakan perairan di provinsi ini dalam tiga hari ke depan umumnya aman untuk pelayaran menggunakan kapal motor kecil. <p style="text-align: justify;">"Ketinggian gelombang di beberapa perairan Kalbar untuk hari Jumat hingga Minggu (24/4) rata-rata di bawah satu meter, kecuali di perairan Natuna di perkirakan diatas 1,0 meter hingga 1,5 meter," kata kata Prakirawan BMKG Maritim Pontianak, Prada Wellyantama.<br /><br />Menurut data BMKG Maritim Pontianak, di perairan Natuna berpotensi terjadi gelombang setinggi, Jumat, 0,5 meter – 1,2 meter, Sabtu (23/4) setinggi 0,7 meter – 1,5 meter dan pada hari Minggu (24/4) setinggi 1,7 meter – 1,2 meter dengan kecepatan angin 6 – 13 knot atapun masih kategori aman bagi pelayaran menggunakan kapal motor kecil.<br /><br />Sementara itu, ketinggian gelombang di perairan Pontianak, Kepulauan Tambelan, Sambas, Singkawang, Karimata dan Ketapang rata-rata dibawah satu meter dengan kecepatan angin 5 – 15 knot, kata Prada.<br /><br />"Meskipun menurut perkiraan potensi gelombang tinggi tidak terjadi tetapi bisa saja malah sebaliknya sehingga masyarakat ataupun nelayan tetap harus waspada sebelum turun ke laut," katanya.<br /><br />Menurut dia, pemicu gelombang tinggi biasanya karena faktor cuaca buruk, seperti hujan yang disertai angin kencang, sehingga meski pun cuaca cerah kalau tiba-tiba hujan bisa menyebabkan gelombang tinggi.<br /><br />BMKG Pontianak mengimbau para nelayan yang masih menggunakan kapal motor kecil untuk meningkatkan kewaspadaan ketika akan turun melaut, dengan lebih memperhatikan aspek keselamatan.<br /><br />Dari pantauan di lapangan, sejak sepekan terakhir cuaca di Kota Pontianak dan sekitarnya memasuki musim penghujan setelah sebelumnya sempat berkabut karena banyaknya lahan gambut yang terbakar akibat dua hingga tiga minggu tidak diguyur hujan. <strong>(phs/Ant)</strong></p>














