Peralatan e-KTP Diduga Barang Bekas

oleh

Khawatir terjadi hal-hal yang tidak diinginkan dalam pelaksanaan Eletronik KTP di Kabupaten Sintang karena menduga peralatan komunikasi yang sudah terpasang adalah barang bekas, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil melakukan sejumlah upaya termasuk mengkomunikasikan masalah tersebut ke lembaga legislatif. <p style="text-align: justify;">Selasa (25/10/2011) kemarin, pertemuan dengan Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sintang digelar di ruang sidang utama DPRD Sintang, agendanya membicarakan persoalan E KTP di Sintang.<br /><br />“Rencananya untuk Sintang itu kan 2012 baru dimulai proses e-KTP, perkiraan Agustus dan untuk proses itu beberapa hari lalu sudah terpasang perangkat jaringan komunikasinya,” kata Usmandi, Ketua Komisi I DPRD Sintang.<br /><br />Ia mengatakan dalam koordinasi itu, instansi terkait menyampaikan persoalan terkait perangkat komunikasi tersebut dimana diduga barang itu adalah barang bekas yang dikirim dari pusat.<br /><br />“Makanya itu dikomunikasi ke kita agar bisa bersama-sama mencari solusi karena e-KTP ini merupakan program nasional yang bersentuhan langsung dengan masyarakat,” jelasnya.<br /><br />Perangkat tersebut sudah terpasang di Dinas Dukcapil pada 21 September 2011, namun hasil pengecekan terhadap barang yang sudah terpasang itu terindikasi adalah barang pernah dipakai atau barang bekas sehingga salah satu upaya yang telah dilakukan dinas tersebtu adalah menyurati Dirjen Kependudukan dan Catatan Sipil untuk mengganti semua peralatan yang telah terpasang dengan yang baru.<br /><br />“Yang jelas kita minta Dukcapil proaktif menyampaikan informasi tersebut ke instansi terkait sehingga bisa segera diganti yang baru,” kata dia.<br /><br />Usmandi khawatir jika tidak diganti, maka nantinya akan berdampak pada pelayanan e-KTP di Kabupaten Sintang.<br /><br />Menurutnya, dalam pelaksanaan e-KTP nanti, semua rekasn-rekan di Komisi I berharap agar sosialisasi e-KTP bisa lebih diintensifkan sampai ke desa-desa.<br /><br />“Karena cakupan e-KTP ini menyentuh seluruh lapisan masyarakat, sehingga sosialisasi intensif itu sangat diperlukan,” imbuhnya. <strong>(phs)</strong></p>