Perangkat Desa Diminta Teliti Terbitkan Surat Tanah

oleh
oleh

Bupati Kabupaten Murung Raya, Kalimantan Tengah (Kalteng), Willy M Yoseph mengingatkan aparatur desa berhati-hati atau teliti dalam menerbitkan surat keterangan tanah (SKT) di wilayahnya masing-masing. <p style="text-align: justify;"><br />"Masalah kepemilikan tanah ini menjadi kendala yang cukup pelik dan tidak terselesaikan, sehingga para kepala desa dan aparaturnya harus lebih berhati-hati dalam menerbitkan SKT itu," kata Willy M Yoseph di Puruk Cahu, Senin.<br /><br />Menurut Willy, saat ini pemerintah daerah sering mengalami kesulitan dalam melaksanakan pembangunan khususnya sarana dan prasarana umum karena tanah yang di pegang masyarakat akan sangat sulit untuk diatur.<br /><br />Di samping itu, kata dia, dalam pembangunan yang dilakukan masyarakat banyak yang tidak memenuhi persyaratan dalam membangun terutama tidak memiliki izin mendirikan bangunan (IMB) dan peruntukan bangunan lainnya.<br /><br />"Pemerintah sangat mengharapkan agar daerah ini harus tertata rapi, kita melihat sendiri dari bagaimana pembangunan sepanjang jalan yang ada, mulai dari simpang RSUD menuju Jembatan Merdeka hinnga simpang polres yang kurang teratur," katanya.<br /><br />Padahal sesuai aturan dalam melaksanakan pembangunan tentunya harus sesuai sepadan jalan, dimana 15 Meter dari bahu jalan dilarang membangun dan hal itu harus dipenuhi masyarakat agar pembangunan di Murung Raya yang merupakan kabupaten paling utara Kalteng ini bisa tertata dengan rapi dan tidak semrawut.<br /><br />Bupati Murung Raya, meminta kepada perangkat desa dan aparat lainnya untuk benar-benar ikut mengawasi kegiatan pembangunan yang dilakukan masyarakat, namun alangkah baiknya masyarakat itu memiliki kesadaran sendiri dan taat terhadap aturan.<br /><br />"Jadi saya ingatkan pembangunan baik rumah pribadi, atau tempat usaha jangan sampai melanggar aturan, bahkan tampak menjorok ke bahu jalan, dan ada juga yang sampai menutupi drainase jalan, tentunya sangat disayangkan apabila terjadi," kata Willy.<br /><br />Willy mengatakan tidak mau Murung Raya kedepannya menjadi daerah yang kumuh dimana pembangunannya tidak teratur dan berantakan, sehingga sangat dihindari oleh pemerintah adalah apabila nanti ada penertiban.<br /><br />Tentunya yang dirugikan juga masyarakat yang melanggar tersebut, tentu apabila bangunannya melanggar baik itu tidak memiliki IMB atau salah peruntukan bangunannya maka akan ikut ditertibkan oleh petugas yang berwenang.<br /><br />"Saya mengharapkan kesadaran masyarakat dengan memahami aturan yang ada, apabila tidak sejak dini diatur, dikhawatirkan Puruk Cahu akan menjadi kota yang kumuh, hal itu tentunya tidak diinginkan oleh semua pihak," katanya. <strong>(phs/Ant)</strong></p>