Menjelang perayaan hari besar natal dan tahun baru, anggota DPRD Sekadau, Herculanus T meminta PLN Ranting Sekadau tidak melakukan pemadaman listrik. Kekhusukan umat beribadah bisa berkurang bila listrik tiba-tiba padam. Terlebih bila byar-pet listrik terjadi malam hari. <p style="text-align: justify;">“Antisipasi segala kemungkinan gangguan yang sebabkan listrik padam,” kata dia, Jumat (10/12/2011).<br /><br />PLN kata Herculanus selama ini seperti kambing yang takut hujan. Pasalnya, bila hujan turun maka dipastikan Kecamatan Belitang dan sekitarnya padam total. Kurun waktu satu minggu, selalu diwarnai dengan putusnya aliran listrik PLN ke rumah-rumah warga. Itu semua terjadi karena kinerja PLN yang rendah. <br /><br />“Mesin dan jaringan PLN minim pemeliharaan,” sebutnya.<br /><br />Selanjutnya, Herculanus kecewa dengan PLN yang enggan merealisasikan permohonan ratusan warga untuk penyambungan listrik. Sementara, sejak tahun 1990-an sudah berdiri jaringan listrik di Kecamatan Belitang. Jika sekarang banyak jaringan yang rusak menurut dia karena kekecewaan masyarakat memuncak. <br /><br />“Toh, ketika jaringan listrik baik tetap saja banyak penduduk yang tidak menikmati listrik PLN,” ucap dia.<br /><br />Hal sama terjadi di Dusun Rimba Tekam, Desa Nanga Menterap, Kecamatan Sekadau Hulu. Puluhan warga transmigrasi di sana belum merasakan listrik dari perusahaan setrom tersebut. Sementara, jaringan listrik sudah berdiri sejak tahun 1996. <br /><br />“Selama 20 tahun, PLN tetap tak melayani permohonan sambungan listrik kepada kami,” papar Laura yang bermukim di satuan pemukiman satu Dusun Rimba Tekam, Jumat sore.<br /><br />Bosan menunggu sambungan PLN maka masyarakat Dusun Rimba Tekam berinisiatif membeli pembangkit listrik berbahan bakar solar. Setiap kepala keluarga yang menikmati listrik dari generator set itu wajib membayar Rp 150 ribu per bulan. Listrik menyala dari sore hari hingga larut malam. <br /><br />“PLN terlalu lambat,” kata dia.<br /><br />Sementara itu, Manajer PLN Ranting Sekadau, Yudi Yanto mengakui kalau jaringan listrik milik PLN di Kecamatan Belitang dan beberapa daerah lain rusak. Dampaknya, jadwal untuk menyambungkan listrik ke rumah warga semakin sulit direalisasikan. Mengingat, PLN harus terlebih dahulu menganggarkan dana untuk memperbaiki jaringan dan mengganti peralatan listrik yang dicuri. <br /><br />“Benar, sejak awal jaringan itu belum dialiri listrik karena kurang pembangkit,” ucapnya.<br /><br />Terhadap pemadaman listrik menurut Yudi lebih disebabkan banyaknya batang pohon milik warga yang tumbang mengenai jaringan listrik. Otomatis, gangguan di manapun berdampak pada keseluruhan system. <br /><br />“Kerap terjadi gangguan di Belitang Hilir namun seluruh masyarakat Sekadau merasakan pemadaman,” kata dia. <strong>(phs)</strong></p>















