Perbaiki Mutu Komoditas Karet Sadapan

oleh

Kondisi ekonomi masyarakat sekarang semakin memprihatinkan, setelah harga karet yang menjadi tumpuan utama ekonomi masyarakat harganya terus turun. <p style="text-align: justify;">Selain memang harga pasaran karet dunia yang tengah lesu, pengaruh kualitas dan mutu karet hasil sadapan petani juga masih rendah sehingga dihargai lebih murah.<br /><br />Hal itu disampaikan oleh anggota DPRD Melawi, Taufik kepada wartawan saat ditemui di gedung DPRD Melawi, beberapa waktu lalu. <br /><br />“Melihat kondisi tersebut, menurut saya memang sudah waktunya ada campur tangan dari Pemda, khususnya dari Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan serta Dinas Kehutanan dan Perkebunan, terutama dalam menyikapi persoalan harga karet di Melawi,” ungkapnya.<br /><br />Legislator asal Partai Golkar ini mengatakan melihat kondisi harga karet yang terpuruk seperti sekarang, memang sudah saatnya dinas dan instansi terkait turun langsung ke lapangan untuk memonitor harga karet, termasuk soal kualitas karet yang dihasilkan oleh petani. <br /><br />“Karena harga karet akan stabil sesuai dengan keinginan masyarakat kalau kualitas atau mutunya bagus. Sebab harga karet tidak akan mungkin bisa bagus jika tanpa ada peningkatan pada mutu karet,” ujarnya.<br /><br />Apalagi kata Taufik, persaingan kualitas karet saat ini yang sudah sangat ketat, karena sudah banyak negara yang memproduksi karet. Lain halnya dengan tempo dulu, hanya beberapa Negara termasuk Indonesia yang memproduksi karet. <br /><br />“Karena itu Dishutbun selaku instansi teknis harus mensosialisasikan masalah peningkatan mutu atau kualitas karet kepada  masyarakat yang notabene mata pencahariannya masih tergantung dengan usaha dari karet,” tuturnya.<br /><br />Selama ini kata Taufik, masyarakat sebagai pekerja karet secara turun menurun hanya bisa membuat karet dengan cara yang alami, tanpa melihat mutunya, bahkan bagi petani yang nakal, karet yang dihasilkannya tersebut dicampur dengan barang untuk menambah berat karetnya. Hal itu yang membuat nilai jual karet yang dihasilkan masyarakat Melawi jauh turun harganya, sementara persaiangan sudah ketat. <br /><br />“Bahkan jika dibandingkan dengan Sintang saja, nilai jual karet dari Melawi jauh berbeda, akibat perbedaan kualitas karetnya. Karena itu peran dari Dishutbun Melawi benar-benar diharapkan untuk meningkatkan mutu karet masyarakat,” ucapnya.<br /><br />Sedangkan dari Diskoperindag, sesuai dengan bidangnya bisa memanggil sejumlah pengusaha karet yang ada di Melawi untuk mencari langkah-langkah dalam mengatasi persoalan harga karet tersebut. <br /><br />Contohnya masalah mutu, kalau memang harga karet yang bermutu rendah harganya murah, para pengusaha bisa melakukan koordinasi kepada para penampung atau pengepul yang ada di kampung-kampung supaya hanya membeli karet yang kualitas bagus dan tidak membeli yang kualitasnya jelek. <br /><br />“Karena bagaimanapun kualitas karet yang dihasilkan, benar-benar berpengaruh terhadap nilai jual karet itu sendiri,” pungkasnya. <strong>(ek/kn)</strong></p>