Perda Pemilihan Kepala Desa Barito Utara Ditetapkan

oleh

Peraturan daerah tentang tata cara pencalonan, pemilihan, pelantikan dan pemberhentian kepala desa di Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah ditetapkan menjadi peraturan daerah. <p style="text-align: justify;">"Dengan ditetapkannya peraturan daerah (Perda) tentang pemilihan kepala desa yang dilaksanakan secara serentak ini diharapkan menjadi pedoman bersama," kata Wakil Bupati Barito Utara, Ompie Herby di Muara Teweh, Kamis.<br /><br />Perda tersebut sesuai dengan amanat yang tertuang dalam Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang desa, Peraturan Pemerintah Nomor 43 tahun 2014 dan peraturan menteri dalam negeri nomor 112 tahun 2014 tentang pemilihan kepala desa.<br /><br />Perda ini juga, kata dia, sekaligus sebagai pengganti Perda Nomor 4 tahun 2007 tentang tatacara pencalonan, pemilihan, pelantikan dan pemberhentian kepala desa di kabupaten Barito Utara yang sudah tidak sesuai lagi dengan peraturan perundang-undangan yang lebih tinggi.<br /><br />"Kita harapkan melalui perda ini dapat terwujud peningkatan pemerintahan desa dalam rangka pemberian pelayanan kepada masyarakat, pemberdayaan masyarakat dan pembangunan masyarakat desa," kata dia.<br /><br />Dia mengatakan, sehubungan dengan dua rancangan perda yang telah disampaikan pemerintah daerah kepada DPRD periode sebelumnya, yaitu tentang Rencana Tata Ruang Weilayah Kabupaten (RTRWK) Barito Utara dan tentang kelembagaan adat dayak.<br /><br />Berdasarkan pendapat akhir fraksi pendukung dewan, bahwa dua raperda tersebut tidak dilanjutkan pembahasannya dan dikembalikan kepada pemerintah daerah.<br /><br />Untuk itu pihaknya menyambut baik pengembalian raperda tersebut dan untuk selanjutnya dua raperda tersebut akan maki ajukan kembali kepada DPRD pada masa sidang berikutnya.<br /><br />"Pemerintah daerah berharap dukungan dan kerja sama dalam pembentukan produk hukum daerah tetap terjalin baik sehingga dua raperda tersebut yang akan diajukan nanti dapat dibahas dan disetujui menjadi perda di waktu yang akan datang," jelas Ompie. (das/ant)</p>