Peredaran Uang Selama Batara Expo Rp4,5 Miliar

oleh

Peredaran uang selama "Batara Expo" pada 3-8 November 2015 yang diiikuti ratusan stand di Muara Teweh, Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah mencapai Rp4,5 miliar. <p style="text-align: justify;">"Berdasarkan hasil wawancara panitia dengan semua pedagang, baik pedagang stand maupun kaki lima diperoleh informasi selama pameran ‘Batara Expo 2015’ berlangsung peredaran uang mencapai Rp11 miliar," Ketua Panitia "Batara Expo 2014" Hajran Noor di Muara Teweh, Senin.<br /><br />Kesuksesan penyelenggaraan "Batara Expo 2015" ini merupakan hasil kerjasama yang baik antara pemerintah daerah, masyarakat serta dukungan dan partisipasi dari semua pihak, baik SKPD, BUMN, BUMD pengusaha sebanyak 140 stan dan para pedagang kaki lima sekitar 150 PKL.<br /><br />Sementara Bupati Nadalsyah mengatakan, kegiatan "Batara Expo 2015" tersebut membuat pengunjung stand pameran tidak hanya menikmati hiburan, tetapi juga sebagai sarana rekreasi, sekaligus mendapatkan informasi tentang hasil pembangunan yang telah dan akan dilaksanakan bagi meningkatkan kesejahteraan masyarakat.<br /><br />Untuk itu, momentum ini, hendaknya bagi masyarakat luas dapat menjadi sumber informasi penting untuk melihat dan menilai mengenai bukti nyata terhadap kesungguhan dan kerja keras pemerintah daerah.<br /><br />"Hal itu untuk mewujudkan keberhasilan program pembangunan di Kabupaten Barito Utara dalam rangka menjalankan amanat untuk memberikan kemajuan dan kesejahteraan bagi seluruh masyarakat daerah ini," kata dia.<br /><br />Bupati Nadalsyah mengatakan, dalam pelaksanaan program-program pembangunan memang penuh dengan tantangan dan rintangan.<br /><br />"Namun, dengan do’a, saran dan dukungan dari seluruh masyarakat Kabupaten Barito Utara, kami optimis semua cita-cita tersebut akan dapat tercapai," ujarnya.<br /><br />Nadalsyah mengatakan, Pemkab Barito Utara akan terus melaksanakan pembangunan di berbagai bidang. Dan saat ini pembangunan jembatan penyeberangan dari Muara Teweh menuju Desa Jingah Kecamatan Teweh Selatan yang masih dalam tahap perencanaan tahap akhir. Pembangunan lanjutan Water Front City (WFC), redesain pembangunan pasar Pendopo dan Pasar Bebas Banjir (PBB) serta pembangunan Islamic Center.<br /><br />Dia mengingatkan, pemberlakuan pasar tunggal dikawasan Asia Tenggara yang lebih dikenal dengan MEA 2015.<br /><br />"Suka tidak suka, siap tidak siap kita akan memasuki era perdagangan bebas Asean pada tahun 2015 ini. Pada MEA 2015, semua produk barang-barang maupun jasa termasuk tenaga kerja yang berasal dari negara-negara di kawasan Asean akan bisa masuk secara bebas dinegara kita termasuk di Kabupaten Barito Utara," katanya.<br /><br />Hal tersebut tentunya akan menimbulkan persaingan yang sangat ketat dan menuntut kepada kita untuk selalu meningkatkan kualitas sumberdaya manusia, etos kerja dan profesionalisme supaya mampu bersaing dengan produk barang dan jasa yang berasal dari negara-negara yang ada di kawasan Asean.<br /><br />Tantangan yang sudah didepan mata tersebut, hendaknya dijadikan pemicu semangat bagi masyarakat dan kalangan dunia usaha untuk segera melakukan pembenahan dan mempersiapkan diri sebaik-baiknya untuk menyongsong MEA 2015.<br /><br />"Kita harus yakin dan optimis bahwa kita akan mampu bersaing dan jangan hanya menjadi penonton dan sekedar pangsa pasar bagi produk barang dan jasa dari negara lain," tegasnya. (das/ant)</p>