Perencanaan "Sport Center" Diminta Betul-Betul Matang

oleh

Perencanaan pembangunan "sport center" (pusat olah raga) oleh pemerintah provinsi Kalimantan Selatan, di Kota Banjarbaru (sekitar 32 km utara Banjarmasin) diminta harus betul-betul matang. <p style="text-align: justify;">Permintaan itu dari Wakil Ketua DPRD Kalimantan Selatan Muhammad Iqbal Yudianoor, di Banjarmasin, Selasa, berkaitan dengan informasi mengenai rencana lahan sport center tersebut yang masih belum final.<br /><br />Ia berharap, masalah lahan rencana pembangunan sport center tersebut agar segera diselesaikan, jangan sampai berlarut-larut, karena berdampak terhadap perencanaan berikutnya.<br /><br />"Dengan selesainya penanganan masalah lahan, kita berharap, pembangunan sport center bisa dimulai Tahun Anggaran 2013," tutur politisi dari Partai Demokrat itu.<br /><br />"Untuk penyelesaian masalah lahan buat pembangunan sport center tersebut, pihak Pemprov dan Pemerintah KOta Banjarbaru hendaknya betul-betul melakukan koordinasi," lanjutnya.<br /><br />Menurut wakil rakyat dari Partai Demokrat itu, pembangunan sport center merupakan kebutuhan untuk pembinaan dan pengembangan keolahrgaan bagi masyarakat Kalsel.<br /><br />Selain itu, sebagai sarana dan prasarana untuk meningkatkan prestasi para atlet olah raga di "Bumi Perjuangan Pangeran Antasari" Kalsel.<br /><br />"Harapan lain, dengan terbangunnya sport center tersebut, tak ada keraguan lagi untuk menjadi tuan rumah even-even nasional dan internasional di bidang olah raga," tandasnya.<br /><br />Pasalnya Kalsel minim atau hampir tak memiliki sarana dan prasarana olah raga yang lebih memadai, sesuai standar nasional maupun internasional, lanjutnya.<br /><br />Keinginan Kalsel membangun sport center sudah sejak lama, dan belakangan makin mengemuka, dengan melihat beberapa provinsi lain di Indonesia yang sudah memiliki pusat olah raga tersebut.<br /><br />Sebagai contoh Kalimantan Timur, yang merupakan daerah tetangga dan bahkan provinsi termuda dari Kalsel, sudah memiliki pusat olah raga yang cukup representatif, demikian Iqbal. <strong>(phs/Ant)</strong></p>