Home / Tak Berkategori

Perhutani Pilih Komunikasi Sosial Untuk Amankan Hutan

- Jurnalis

Selasa, 22 Maret 2011 - 06:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Perum Perhutani Unit I Jawa Tengah mengatakan lebih memilih pendekatan komunikasi sosial dengan masyarakat dalam upaya mengamankan hutan dibandingkan dengan cara represif. <p style="text-align: justify;">Perum Perhutani Unit I Jawa Tengah mengatakan lebih memilih pendekatan komunikasi sosial dengan masyarakat dalam upaya mengamankan hutan dibandingkan dengan cara represif.<br /><br />"Kami mulai mengoptimalkan komunikasi dengan masyarakat sebagai langkah preventif pengamanan hutan," kata Kepala Perum Perhutani Unit I Jateng, Heru Siswanto, di Semarang, Selasa.<br /><br />Ia menjelaskan, sebagai implikasi dari pemilihan langkah pendekatan dalam pengamanan hutan itu, pihaknya menarik senjata yang digunakan oleh organ keamanan hutan Perum Perhutani Jateng.<br /><br />Ia mengatakan, cara pendekatan tersebut lebih efektif dibandingkan dengan langkah pengamanan secara represif, mengingat berbagai kawasan hutan tidak dipagar dan berdekatan dengan permukiman.<br /><br />"Kalau seperti itu, cara efektif mengamankan hutan harus dengan mengajak masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan hutan, sekaligus memberdayakan masyarakat," katanya.<br /><br />Pemberdayaan masyarakat sekitar dalam pengelolaan dan pengamanan hutan, katanya, secara tidak langsung ikut meningkatkan kesejahteraan masyarakat kawasan itu.<br /><br />"Kami tidak mungkin bisa bekerja sendiri dalam mengamankan hutan, apalagi dengan jumlah karyawan-karyawati Perum Perhutani Jateng yang hanya sekitar 10.000 orang," katanya.<br /><br />Karena itu, katanya, Perum Perhutani Jateng mengajak masyarakat sekitar untuk ikut menjaga hutan dengan berbagai program pemberdayaan seperti lembaga masyarakat desa hutan (LMDH).<br /><br />"Setidaknya saat ini sudah ada 1.927 LMDH yang beranggotakan sekitar 1,3 juta kepala keluarga yang tinggal di sekitar kawasan hutan milik Perum Perhutani Jateng," katanya.<br /><br />Kalau misalnya dalam setiap KK terdiri atas empat orang, katanya, berarti ada sekitar 10 juta orang yang tinggal di sekitar kawasan hutan yang ikut menjaga kelestarian hutan.<br /><br />"Langkah pengamanan hutan melalui pendekatan ini terbukti mampu menurunkan tingkat kerugian gangguan keamanan hutan, dari Rp3.214.031 pada 2009 turun menjadi Rp2.014.582 pada 2010," kata Heru. (Eka/Ant)</p>

Berita Terkait

Bupati Sintang Terima CSR Rehab Jembatan Sebungkang Dedai Dari Investasi Perkebunan
Bupati Bala Ajak Dinkes, RSUD dan Puskesmas Berinovasi dan Berikan Layanan Terbaik Untuk Masyarakat
Akselerasi Pelayanan Publik, DKISP Gelar Workshop Pengembangan Dashboard Eksekutif
Kabag OPS Polres Sekadau Kunker Ke PT. KBP Belitang Hulu
Sekprov Kaltara Safari Perangkat Daerah, Pastikan Pelayanan Publik Makin Optimal
Training ESQ Leadership Hari Kedua, Pemkab Barito Utara Perkuat 7 Budi Utama dan Tata Kelola Akuntabel
Api Menjilat Jalan Provinsi, Asap Karhutla Lumpuhkan Arus Nanga Pinoh–Kota Baru
Persekutuan Guru Kristen PAUD, PNF dan IKBM Malinau Menggelar Perayaan Natal Bersama 

Berita Terkait

Kamis, 22 Januari 2026 - 07:23 WIB

Bupati Sintang Terima CSR Rehab Jembatan Sebungkang Dedai Dari Investasi Perkebunan

Kamis, 22 Januari 2026 - 07:17 WIB

Bupati Bala Ajak Dinkes, RSUD dan Puskesmas Berinovasi dan Berikan Layanan Terbaik Untuk Masyarakat

Rabu, 21 Januari 2026 - 17:40 WIB

Akselerasi Pelayanan Publik, DKISP Gelar Workshop Pengembangan Dashboard Eksekutif

Rabu, 21 Januari 2026 - 17:28 WIB

Kabag OPS Polres Sekadau Kunker Ke PT. KBP Belitang Hulu

Rabu, 21 Januari 2026 - 16:33 WIB

Sekprov Kaltara Safari Perangkat Daerah, Pastikan Pelayanan Publik Makin Optimal

Berita Terbaru

Sekadau

Kabag OPS Polres Sekadau Kunker Ke PT. KBP Belitang Hulu

Rabu, 21 Jan 2026 - 17:28 WIB