Perkokoh Persatuan dan Kesatuan Bangsa Berwawasan Nusantara

oleh

Negara Republik Indonesia merupakan Negara kesatuan yang tidak terpisahkan kendati secara geografis Negara kita terdiri dari 17.000 pulau. Wilayah kita adalah kesatuan yang utuh dari Sabang sampai Merauke. Laut dan perairan kita bukanlah pemisah justru menjadi pemersatu dari berbagai suku yang mendiami lebih dari 17.000 pulau besar dan kecil di Nusatara <p style="text-align: justify;">“Melalui kesempata kali ini saya ingin menggugah kesadaran, tekad dan semangat kita semua untuk meluhat laut dan perairan sebagai masa depan bangsa Indonesia. Kita adalah Negara Maritim, mari kita tempatkan laut dan perairan sebagai fokus untuk dengan sungguh-sungguh kita kembangkan, karena disitulah kesejahteraan dan kemakmuran bangsa Indonesia dimasa datang.”kata Abang Muhammad Nasir Bupati Kabupaten Kapuas Hulu pada peringatan Hari Nusantara ke-13, di Aula Kantor Bupati Kapuas Hulu, Senin (10/12).<br /><br />Untuk mewujudkan hal tersebut menurut Nasir yang tidak boleh diamabikan yiatu membangun dan memperkokoh persatuan dan kesatuan bangsa dalam bingkai Negara kesatuan republik Indonesia yang berwawasan nusantara. Wawasan Nusantara itu kata Nasir harus diisi konkrit, menyatukan Negara kepulauan ini dari segi politik, sosial da ekonomi. Ekonomi harus lebih terintegrasi dengan demikian Indonesia akan lebih kuat menghadapi krisis.<br /><br />“ Kita lebih mantap menatap ketidak pastian dipasar global yang semakin terus bergejolak. Ekonomi yang lebih terintegrasi juga meneguhkan ikatan kita sebagai Negara kesatuan Republik Indonesia. Integrasi ekonomi yang kokoh tidak akan kita dapatkan jika tidak menyatukan dan memberdayakan seluruh perairan yang ada,”ucapnya.<br /><br />Menurutnya, sebagian besar masyarakat Indonesia belum memahami pentingnya asas kenusataraan bahkan beberapa bagian wilayah di Indonesia ingin memisahkan diri dari NKRI. Kondisi factual menunjukan bahwa banyak warga Negara Indonesia diwilayah perbatasan yang lebih senang berintegrasi dengan warga Negara tetangga karena fasilitas sarana dan prasarana yang lebih memadai. Dengan demikian secara tidak langsung penduduk perbatasan sudah terbina dan terpengaruh oleh budaya Negara tetangga.<br /><br />“Pembinaan dari Pemerintah terhadap mereka sangat minim.Oleh karena itu melalui momentum hari Nusantara dapat dijadikan sebagai sarana untuk memberikan kesadaran dan pemahaman bagi masyarakat tentang pentingnya pembinaan diwilayah-wilayah perbatasan serta pengobara semangat kenusantaraan,” ujarnya. <strong>(phs)</strong></p>