Perlu Rp750 Juta Untuk Bangun Bank Sampah

oleh

Kepala Bidang Persampahan dan Kebersihan Lingkungan, Dinas Tata Kota dan Kebersihan Tabalong, Kalimantan Selatan, M Chazairin Noor, mengatakan tahun ini pihaknya mengalokasikan dana sekitar Rp750 juta untuk pembangunan bank sampah di Desa Maburai, Kecamatan Murung Pudak. <p style="text-align: justify;">Bank sampah yang akan dibangun memanfaatkan lahan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Maburai yang akan dipindahkan ke Desa Saradang Kecamatan Haruai, kata Chazairin kepada wartawan di Tanjung, Kamis.<br /><br />"Lokasi TPA akan kita pindah ke Desa Saradang karena TPA Maburai masih menerapkan sistem open dumping dan akan kita manfaatkan menjadi bank atau depot sampah untuk kegiatan pengolahan sampah," ujar dia.<br /><br />Tahun ini persiapan pembangunan bank sampah mencakup pembuatan garasi mobil, tempat cuci mobil, rehab bangunan pengomposan sampah serta perbaikan sarana jalan.<br /><br />"Selain menyediakan fasilitas pengolahan sampah dan tempat cuci mobil, di bank sampah juga akan kita bangun fasilitas pelatihan sampah," tambah Chazairin.<br /><br />Sementara itu untuk TPA baru di Desa Saradang Kecamatan Haruai, ujar Chazairin masih persiapan pembebasan lahan seluas 10 hektar dan 2012 akan mulai dibangun dengan sumber dana APBN 2012.<br /><br />"Untuk TPA baru di Desa Saradang luasnya mencapai 10 hektare sesuai dengan undang-undang persampahan termasuk penerapan ‘sanitary landfill’ dalam pengolahan sampah," tambahnya.<br /><br />Dengan volume sampai mencapai 90 sampai 100 meter kubik per hari, kondisi TPA Maburai sudah tak mencukupi lagi mengingat lahan TPA hanya 3,5 hektare karena itu harus segera mencari lokasi TPA baru yang lebih representatif.<br /><br />Sedangkan sampah yang berasal dari wilayah Selatan, memanfaatkan TPA regional di perbatasan Hulu Sungai Utara – Tabalong, Desa Tabur dengan alasan jaraknya lebih dekat dibanding ke TPA Maburai.<strong> (das/ant)</strong></p>