Perombakan Kabinet Diharapkan Lahirkan Semangat Baru

oleh

Perombakan kabinet diumumkan Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono, diharapkan membawa perubahan dan semangat baru untuk membangun negeri. <p>semangat baru dalam kabinet baru hendaknya dapat dimanfaatkan semaksimal mungkin untuk kemajuan pembangunan, ujar Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), Kalimantan Selatan, Salpia Riduan, di Barabai, ibu kota HST, Jum’at, "Dengan adanya kabinet baru, pemerintahan SBY hendaknya dapat memfocuskan kinerja dan lebih serius dalam menangani serta memberantas masalah korupsi," ujarnya.<br /><br />Masalah Korupsi Kolusi Nepotisme (KKN) dipandang sebagai akar dari segala permasalahan yang melanda negeri ini.<br /><br />Kebijakan reshuffle yang dilakukan presiden ujarnya, dalam hal ini dipertaruhkan untuk mendapatkan kepercayaan dan keyakinan masyarakat.<br /><br />"Jangan sampai penanganan korupsi masih seperti yang sebelumnya. Reshuffle hendaknya bukan sekedar mengganti atau merombak saja tetapi bisa menjadi lebih baik," katanya.<br /><br />Hal senada juga diungkapkan oleh pengamat sosial budaya kemasyarakatan, politik dan kebijakan dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Lambung Mangkurat, Banjarmasin, Taufik Arbain.<br /><br />"Pangkal dari ketidakberesan pembangunan adalah merajalelanya korupsi. Setelah itu, harus dapat melakukan penguatan masalah ekonomi, pertanian, pendidikan dan kesehatan," ujarnya.<br /><br />Ia mengatakan, bila melihat komposisi para menteri yang ada sekarang ini, presiden telah melakukan langkah cerdas dengan menempatkan utusan dari daerah.<br /><br />"Para menteri dari daerah akan dapat menjadi menjadi refferensi bagi komunitas dan wilayahnya di daerah," katanya.<br /><br />Langkah cerdas lainnya yang telah dilakukan dalam reshuffel itu adalah penempatan utusan partai dan kaum profesional yang seimbang pada kedudukan para menteri.<br /><br />"Dalam hal ini presiden telah melakukan langkah untuk mengamankan dan menyeimbangkan hubungan antara legislatif dan eksekutif," tambahnya.<br /><br />Masuknya utusan partai dalam lingkaran pemerintahan, dipandang akan berdampak bagus di masyarakat dimana perdebatan dan adu argumen antara legislatif dengan eksekutif dapat diminimalisir.<br /><br />Namun diingatkan olehnya, para utusan partai tersebut jangan sampai hanya menjadi politisi simbolik yang lebih mementingkan kepentingan partainya saja dibandingkan kepentingan publik.<br /><br />"Penempatan wakil menteri harus diwaspadai karena berpotensi akan terjadinya tarik menarik tentang kepentingan yang bisa mengganggu kebijakan," ujarnya.<br /><br />Dalam hal ini, presiden harus dapat membuktikan kinerja kabinet yang beru dibentuk, demikian Taufik Arbain. <strong>(phs/Ant)</strong></p>