Perpedayak Demo Kantor ATR/BPN Kapuas, Terkait Lahan Tumpang Tindih Milik Masyarakat

oleh

KUALA KAPUAS,KN – Organisasi Masyarakat (Ormas) Perpedayak Kapuas melakukan aksi demo damai ke kantor ATR/BPN di jalan tambun Bungai dengan aksi damai, Rabu 30 November 2022.

Aksi demo tersebut menuntut keadilan atas tanah milik warga yang masuk dalam kawasan Hak Guna Usaha atau HGU PT LAK.

Ketua Perpedayak Kapuas, Timotius Mahar mengatakan aksi demo ini membela kepentingan masyarakat, karena selama ini hak atas tanah mereka masuk dalam kawasan HGU milik PT LAK.

“Kami datang kesini meminta keadilan ATR/ BPN, sebab tanah milik warga masuk dalam HGU milik PT LAK,” kata Timotius Mahar.

Ia menjelaskan aksi demo yang dilakukan untuk memperjuangkan hak-hak masyarakat karena adanya tumpang tindih kepemilikan tanah yang sah secara negara atas kepemilikan tanah yang sudah bersertifikat.

Namun, masuk dalam kawasan HGU sehingga warga tidak bisa melakukan aktivitas berkebun di tanahnya sendiri seluas 4 hektar atas nama Ilham warga Desa Dadahup Kecamatan Dadahup.

“Kita perlu kejelasan dari Pertanahan untuk menyelesaikan masalah ini. Karena HGU kok mencaplok tanah milik warga sehingga tidak bisa beraktivitas di tanah milik sendiri,” tandas dia.

Ia menyampaikan permasalahan ini sudah berlangsung lama, oleh sebab itu pihaknya membantu untuk memperjuangkan hak milik masyarakat. Karena sudah lama.

Pihak pertanahan pun, lanjut dia, bersedia melakukan mediasi antara kedua belah pihak.

“Kami hanya meminta penjelasan pihak pertanahan untuk menyelesaikan masalah ini, karena diulur terus menerus. Padahal pemilik tanah punya sertifikat tapi tidak bisa menggunakannya,” jelas dia.

Ia berharap permasalahan ini bisa terselesaikan, sehingga kedua belah pihak tidak dirugikan karena ada program plasma jika tanah tersebut sudah masuk dalam wilayah perkebunan.

“Ada solusi yang berkeadilan bagi masyarakat dan PBS. Kami mengucapkan terima kasih kepada Polres Kapuas yang sudah mendampingi sehingga aksi ini berjalan lancar, aman dan damai,” ucap dia.

Sementara kasi Pengadaan dan perencanaan ATR/BPN Kapuas, Richard Djanas mengatakan pihaknya menerima kedatangan perwakilan Perpadayak bersama warga yang memiliki tanah masuk dalam kawasan HGU PT LAK.

” Kita sudah berunding dan mendengar tuntutan mereka dan sudah sepakat untuk mediasi antara kedua belah pihak dalam penyelesaian sengketa lahan sekitar 4 hektar,” ucap dia.

Ia menambahkan harus dilakukan pengecekan lapangan apakah tanah milik warga masuk dalam HGU milik perusahaan. Karena masih dalam dugaan pihaknya belum bisa memberikan kepastian apakah itu benar atau tidak.

“Sementara masih dugaan, jadi kita perlu bukti lapangan dengan melakukan pengecekan fisik. Rencana minggu depan kami mediasi kedua belah pihak,” pungkasnya. (AK)