Perpustakaan Kaltim Akan Digitalkan Warisan Budaya

oleh

Badan Perpustakaan Kaltim akan membuat terobosan dalam mengamankan warisan budaya daerah, yakni dari bentuk fisik ke sistem digital, hal ini dilakukan karena daerah itu telah ditunjuk sebagi Pusat Informasi Budaya Kalimantan. <p style="text-align: justify;">"Pada 2010 Perpustakaan Kaltim ditunjuk pemerintah sebagai Center of Excellence Borneo atau Pusat Informasi Budaya wilayah Kalimantan, berdasarkan hal itu maka kami harus melakukan digitalisasi terhadap budaya yang ada," ujar Kepala Badam Perpustakaan Kaltim Hj Sri Sulasmi di Samarinda, Sabtu.<br /><br />Untuk melakukan hal itu, lanjutnya, tentu tidak bisa langsung seluruh unsur kebudayaan di wilayah di Kalimantan digarap sekaligus, namun harus dilakukan bertahap dan disesuaikan dengan anggaran.<br /><br />Untuk itu, pada 2013 akan dimulai pendokumentasian ke bentuk digital dari wilayah Kalimantan Timur (Kaltim) lebih dulu, kemudian secara perlahan dilakukan ke arah yang lebih luas.<br /><br />Hal yang akan dimulai pada 2013 sudah dalam perencanaan, yakni dimulai dari mengubah ke sistem digital tentang koleksi warisan budaya berbentuk tulisan tangan (manuskrip) di empat kabupaten di Kaltim yang memiliki lokasi eks kerajaan.<br /><br />Lokasi itu antara lain eks Kerajaan Kutai Kartanegara, eks Kerajaan Gunung Tabur dan Kerajaan Sambaliung di Kabupaten Berau, eks Kerajaan Tanjung Palas di Kabupaten Bulungan, dan eks Kerajaan Paser Belengkong di Kabupaten Paser.<br /><br />Beberapa manuskrip dan warisan budaya lain di sejumlah eks kerajaan tersebut, lanjut Sri, perlu ditelusuri keberadaannya untuk disimpan dan dialihmediakan dalam bentuk digital, tujuannya adalah agar generasi mendatang tidak kehilangan warisan leluhurnya.<br /><br />Menurutnya, Center of Excellence merupakan program strategis yang dikembangkan pemerintah pada bidang pengembangan perpustakaan digital nasional.<br /><br />Program ini untuk menetapkan pusat informasi kebudayaan nusantara sebagai implementasi dari inisiatif pembangunan World Digital Library yang telah dibahas dalam UNESCO Experts Meeting on The World Digital Library.<br /><br />Kaltim merupakan salah satu dari 6 daerah di Indonesia yang ditetapkan sebagai pusat informasi budaya. Pertama adalah Perpustakaan Pekan Baru Provinsi Riau sebagai pusat informasi atau Center of Exellence kebudayaan Melayu.<br /><br />Kemudian Yogyakarta sebagai Center of Exellence untuk kebudayaan Jawa, Makassar sebagai Center of Exellence kebudayaan Ternate, Tidore, Bau-Bau dan sekitarnya.<br /><br />Selanjutnya Perpustakaan Denpasar sebagai Center of Exellence kebudayaan Bali, NTB dan NTT. Kelima adalah Papua sebagai Center of Exellence kebudayaan Melanesia, dan Provinsi Kaltim sebagai Center of Exellence kebudayaan wilayah Kalimantan (Borneo).<br /><br />Penetapan enam daerah sebagai Center of Exellence ini dengan pertimbangan kesiapan sarana dan prasarana pendukung, kesiapan bangunan, perangkat teknologi informasi dan komunikasi.<br /><br />Indikator lainnya adalah, kecenderungan perpustakaan di lokasi setempat dalam menerapkan dan beradaptasi menuju perpustakaan digital, kemudian kepedulian dan dukungan keberlangsungan anggaran dari kepala daerah, dan kesiapan sumberdaya masyarakat (SDM) setempat. <strong>(das/ant)</strong></p>