Perselisihan Hubungan Industrial Kalsel 175 Kasus

oleh

Perselisihan hubungan industrial antara perusahaan dengan karyawan di Kalimantan Selatan (Kalsel) masih cukup tinggi mencapai 175 kasus. <p style="text-align: justify;">Kepala Bidang Hubungan Industrial dan Pengawasan Ketenagakerjaan Disnakertrans Pemrov Kalsel Antonius Simbolon di Banjarmasin, Senin, mengatakan, kasus perselisihan hubungan industrial cukup tinggi.<br /><br />Khusus 2010, kata dia, terdapat 150 kasus pemutusan hubungan kerja (PHK) atau sebanyak 454 orang dan 25 kasus atau 3.343 orang hubungan industrial.<br /><br />Tingginya angka PHK tersebut terjadi akibat krisis keuangan global yang terjadi pada 2008 dan terus berimbas hingga 2010.<br /><br />Krisis tersebut, kata dia, membuat banyak perusahaan kayu di Kalsel yang sebelumnya banyak menampung tenaga kerja gulung tikar.<br /><br />Bahkan beberapa perusahaan hingga kini belum mampu membayar gaji karyawan maupun uang pesangon.<br /><br />Sebelumnya, dalam beberapa tahun terakhir, Kalsel sering dihiasi dengan aksi demo karyawan perusahaan kayu yang menuntut pembayaran gaji dan pesangon.<br /><br />Demo juga masih terjadi dalam beberapa hari terakhir, yaitu ratusan karyawan perusahaan Gunung Meranti demo ke Balai Kota Banjarmasin agar pemerintah mendesak perusahaan untuk segera membayarkan gaji dan pesangon.<br /><br />Selain masih tingginya kasus hubungan industrial, kata Antonius, kesadaran akan keselamatan dan kesehatan kerja baik pengusaha maupun pekerja juga belum maksimal.<br /><br />"Tenaga kerja yang berkualitas sesuai dengan tugasnya juga masih sangat terbatas," katanya.<br /><br />Kepala Disnakertrans Kalsel H Dimasjaya mengatakan, pada 2011 pihaknya akan meningkatkan sosialisasi tentang pentingnya hubungan industrial yang harmonis.<br /><br />Ditargetkan, kata dia, akan ada sekitar 800 orang pekerja maupun pengusaha yang akan diberikan sosialisasi tentang perlindungan kerja, peningkatan UMP, tercipatanya lingkungan kerja yang aman dan sehat.<br /><br />"Kita akan mengunjungi sekitar 1.100 perusahaan di Kalsel untuk menyosialisasikan hal tersebut," katanya. <strong>(phs/Ant)</strong></p>