Sebagai bentuk Keperihatinan tidak adanya akses keterbukaan Informasi dikabupaten sintang, mengakibatkan rendahnya partisipasi publik terhadap proses pembangunan. <p style="text-align: justify;">Dengan kondisi tersebut Perkumpulan Wartawan Sintang (Persi) menyelenggarakan dialog dengan tema “Bedah APBD Sintang 2014” sebagai upaya Medorong Keterbukaan Informasi Publik.<br /> <br /> Kegiatan Dialog Publik yang diselenggarakan oleh Perkumpulan Wartawan Sintang(PERSI) tersebut akan berlangsung pada kamis(19/12/2013) pukul 09.00 Wib bertempat di halaman Dhea Café juga di siarkan live melalui RRI Pro 1 Sintang<br /> <br /> “Kami prihatin atas rendahnya partisipasi masyarakat untuk mengawal dan mengkritisi proses pembangunan. Termasuk soal rendahnya upaya untuk mengakses informasi publik seperti APBD,” ujar Ketua panitia dialog publik keterbukaan informasi, hery Lingga kepada wartawan, Rabu(18/12/2013)<br /> <br /> Hery mengungkapkan bahwa keresahan kalangan jurnalis Sintang atas kerap tertutupnya informasi publik dari penyelenggara pemerintahan di Kabupaten Sintang. “Selama ini, jangankan publik, kami saja selaku pihak non pemerintah yang notabene punya tugas untuk menyampaikan informasi publik, juga mengalami kesulitan untuk mengakses informasi publik,” tuturnya.<br /> <br /> Ia menyatakan kegiatan tersebut juga menghadirkan DR. A. Syarif Razak Al Qadrie, SE, MM, <a href="http://AK.CA" target="_blank">AK.CA</a>, Akademisi Politehnik Negeri Pontianak . Selain itu dialog juga dihadiri oleh Kartiyus, dan Agrianus, sebagai pihak yang dalam beberapa bulan terakhir gencar mengkritisi APBD.<br /> <br /> Sejumlah pihak, seperti LSM, organisasi kepemudaan, organisasi mahasiswa, ormas, Anggota DPRD, unsur pimpinan SKPD dan tokoh masyarakat. “Pelibatan banyak pihak merupakan upaya kami untuk menggugah kepedulian semua pihak atas proses pembangunan daerah ini,” tutur Hery.<br /> <br /> Ia juga mengungkapkan, kegitan tersebut terselenggara murni atas inisiatif rekan-rekan sejawatnya di Perkumpulan Wartawan Sintang. Hal itu disampaikannya sebagai upaya menepis tudingan kepentingan politis yang tersirat dari gelar dialog ini. “Bahkan kami urunan pembiayaan. Ada pihak yang membantu, namun kami pastikan hanya kalangan usaha dan swasta saja,” ungkap Hery (beny)</p>


















