Kepala Dinas Pendidikan nasional Kabupaten Sintang, Drs.H.Senen Maryono, M.Si , Senin (20/12/2010) mengungkapkan perjalanan program pendidikan di kabupaten Sintang pada sepanjang tahun 2010 adalah menyelesaikan pengisian tenaga pendidik atau guru, yang dirasakan masih sangat kurang, khususnya didaerah perhuluan serta perbatasan di kabupaten Sintang. <p style="text-align: justify;">"Persoalan kita secara pelan-pelan adalah menyelesaikan pengisian guru-guru yang kurang didaerah perhuluan," ungkap Senen Maryono kepada kalimantan-news.com diruang kerjanya.<br /><br />Untuk itulah, sambung Senen, pengangkatan tenaga pendidik lebih tetap diprioritaskan khusus didaerah perhuluan serta perbatasan dengan negara tetangga.Guna mencari tenaga pengajar yang bersedia ditempatkan didaerah pedalaman tersebut, pemerintah daerah maupun pusat sudah memberikan rangsangan berupa tunjangan baik untuk daerah terpencil ataupun perbatasan.<br /><br />"Tunjangan yang diberikan tersebut sangat luar biasa, jika dibandingkan dengan guru yang ada di kota," kata Senen.<br /><br />Selain masalah tenaga pendidik untuk daerah pedalaman, dunia pendidikan dikabupaten Sintang juga dihadapkan pada sebagian tenaga pendidikan itu sendiri yang dinilai sebagian masyarakat kurang maksimal dalam menjalankan tugasnya. Menurutnya,ini sering terjadi didaerah perhuluan ataupun pedalaman.<br /><br />"Masih adanya sorotan masyarakat terhadap para guru yang kadang belum maksimal menjalankan tugas-tugasnya,"ungkap Senen Maryono.<br /><br />Oleh sebab itu, pihak Diknas Kabupaten diakui semakin memaksimalkan peran monitoring evaluasi dan pengendalian oleh pengawas terhadap para tenaga pendidik tersebut.<br /><br />"Tak kala gurunya yang mangkir, mestinya kepala sekolah yang harus mendisiplinkan, begitu sebaliknya jika kepala sekolah yang mangkir, maka pengawas harus tahu. Guru jangan pula takut untuk melaporkan," tegasnya. <strong>(phs/Ant)</strong></p>


















