Pertama Di Kapuas Hulu, SPP Terapkan One Day No Rice

oleh
oleh

Merupakan terobosan baru yang dilakukan oleh Sekolah Pertanian Pembangunan (SPP) Putussibau yang menjalankan program Pemerintah dalam meningkatkan ketahanan pangan dengan istilah satu hari tanpa nasi atau dengan sebutan one day no rice. Program pemerintah tersebut diterapkan SPP saat melakukan ujian kompetensi pada siswanya, pada Kamis (08/03/2012) di gedung SPP Putussibau. <p style="text-align: justify;">Berbagai hasil tanaman yang sudah diolah seperti ubi jalar, jagung, pisang dan sejumlah tanaman lainya hasil siswa SPP disajikan untuk mengantikan posisi nasi yang selama ini dijadikan sebagai makan pokok, kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Kepala Dinas Peternakan, Pertanian da Ketahanan Pangan Kabupaten Kapuas Hulu, Nusantara Gawat, dan sejumlah Guru yang diundang untuk menikmati hasil olahan tanaman non nasi.<br /><br />Kepada kalimantan-news.com, Paulus selaku Kepala Sekolah Pertaninan Pembangunan (SPP)  Putussibau mengatakan ujian kompetensi yang mereka laksanakan tersebut salah satu wujud dukungan pihaknya terhadap program pemerintah, guna meningkatkan ketahanan pangan khususnya yang ada di Kapuas Hulu. <br /><br />“Mengingat sekolah Kita ini berkaitan langsung dengan pertanian maka ini merupakan wujud dukungan Kita terhadap program Pemerintah untuk menerapkan satu hari tanpa makan nasi,” ujarnya.<br /><br />Menurut Paulus, selama ini hasil tanaman berupa ubi jalar, jagung pisang dan tanaman lainnya yang biasa dijadikan makanan tambahan oleh masyarakat, tidak kalah mutunya dengan nasi, hanya saja untuk mengubah makan pokok nasi tersebut ke olahan tanaman yang selama ini ada  di sekeliling kita tidaklah mudah. <br /><br />“Saya rasa ini yang pertama di Kapuas Hulu Kita merapkan satu hari tanpa nasi, kepada siswa,” ujranya.<br /><br />Selain itu dikatakan Paulus, bahwa hasil tanaman yang di hasilkan oleh SPP selama ini merupakan tanaman yang bisa mengatikan nasi, hal tersebut dilakukan untuk mencegah dan mengatasi krisis pagan. “ Krisis pangan tersebut mesti Kita cegah, kebetulan SPP erat kaitanya pertanian, dan program pemerintah sehari tanpa nasi itu perlu didukung dan diterapkan, dan Kita mulai tingkat siswa,” jelansya.<br /><br />Sementara itu Kepala Dinas Peternakan, Pertanian dan Ketahanan Pangan Kapuas Hulu Nusantara Gawat mengatakan bahwa pihaknya akan terus melakukan sosialisasi keseluruh masyarakat Kabupaten Kapuas Hulu, hanya saja untuk tahap awal kata Gawat, program one day no rice tersebut akan disosialisasikan di sekolah-sekolah, baru kemudian akan keseluruh masyarakat termasuklah para petani yang ada.<br /><br />“Program ini akan Kita sosialisasikan juga ketengah masyarakat, termasuk di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kapuas Hulu, hanya saja saat ini Kita mulai dari pihak sekolah, dan untuk yang pertama kali menerapkan program tersebut kebetulan SPP ini,” jelasnya.<br /><br />Ditambahkan Gawat, program sehari tanpa nasi tersebut bertujuan untuk menghadapi krisis pangan, dengan membudidayakan tanaman lokal yang di Kapuas Hulu sendiri melimpah ruah, tetapi selama ini menurut Gawat hasil tanaman tersebut digunakan masyarakat sebagai makanan tambahan, nah bagaimana caranya makanan tambahan tersebut diubah menjadi makanan pokok untuk mengantikan nasi, keluarkah program pemerintah dengan menyebut one day no rice.<br /><br />“Nah program ini akan terus kita sosialisasikan, karena untuk mengubah kebiasaan Kita mengkonsumsi nasi sebagai makan pokok tidaklah mudah, padahal sebetulnya potensi tanaman lokal Kita sangat banyak, tinggal bagaimana Kita memanfaatkannya sehingga Kita tidak berketergantungan dengan nasi, untuk mencegah krisis pagan,” tandasnya. <strong>(phs)</strong></p>