Pertamax Di Pontianak Tembus Rp12 Ribu/Liter

oleh

Harga eceran bahan bakar minyak jenis pertamax di Kota Pontianak, Provinsi Kalimantan Barat tembus sebesar Rp 12 ribu/liter, karena pasokan BBM di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di kota itu mengalami keterlambatan . <p style="text-align: justify;">Sales Area Manajer Pertamina Kalbar Ibnu Chouldum di Pontianak, Senin (07/03/2011), mengatakan meski alur muara Sungai Kapuas sudah kembali lancar sejak, Sabtu (05/03/2011), namun tanker pengangkut BBM jenis premium tidak bisa masuk ke Pontianak akibat air sungai sedang surut. <br /><br />"Mudah-mudahan, malam ini air sungai mengalami pasang, sehingga tanker pengakut BBM bisa berlabuh di Depot Siantan," katanya. <br /><br />Udin salah seorang pemilik kios pengecer mengatakan, pihaknya terpaksa menjual pertamax seharga Rp12 ribu/liter, karena untuk mendapatkan BBM itu butuh antri lebih dari dua jam menggunakan kendaraan roda duanya. <br /><br />"Apalagi di sejumlah SPBU di Pontianak rata-rata tutup karena kehabisan stok BBM jenis premium maupun pertamax," ujarnya. <br /><br />Susi salah seorang petugas SPBU Jeruju Jalan Komodor Yos Sudarso mengatakan, di SPBU tempat ia bekerja sejak, Sabtu (05/03/2011) kemarin tidak mendapat pasokan BBM jenis premium dan pertamax. <br /><br />"Saya tidak tahu kenapa. Saya cuma karyawan, kalau solar ada," ujarnya. <br /><br />Ia juga tampak sibuk melayani pertanyaan pemilik sepeda motor yang terlanjur mendorong kendaraannya masuk ke areal SPBU itu. <br /><br />Kios-kios pengecer di kawasan Jalan Kom Yos Soedarso juga banyak yang tutup, malah kebanyakan mereka membaringkan jeriken premium dan pertamax karena telah kosong. <br /><br />Sales Area Manajer Pertamina Kalbar menambahkan, permintaan BBM jenis pertamax di provinsi itu dalam dua pekan terakhir meningkat lima kali lipat atau dari 20 ton menjadi 100 ton/hari. <br /><br />"Meningkatnya permintaan BBM jenis pertamax karena stok premium di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum cepat habis," ujarnya. <br /><br />Ibnu menjelaskan, untuk antisipasi meningkatnya permintaan BBM tidak bersubsidi itu pihaknya telah menambah pasokan BBM jenis pertamax. <strong>(phs/Ant)</strong></p>