Pertamina: Gelombang Tinggi Ganggu Pengiriman BBM Kalbar

oleh

PT Pertamina Wilayah Kalimantan Barat menyatakan, gelombang tinggi selama beberapa pekan terakhir mengganggu pengiriman bahan bakar minyak ke provinsi itu dari Dermaga Pertamina Tanjung Uban ke Terminal BBM Pontianak. <p style="text-align: justify;"><br />"Meskipun tidak sampai menghentikan total pengiriman BBM, tetapi gelombang tinggi sudah mengganggu proses pengiriman," kata Sales Representative Retail VI Pemasaran PT Pertamina Kalimantan Barat John Haidir di Pontianak, Senin.<br /><br />Ia menjelaskan, akibat tingginya gelombang, Pertamina mengirim pasokan BBM ke Kalbar menggunakan kapal motor yang besar.<br /><br />"Hingga saat ini stok BBM masih cukup hingga di atas tiga hari dan terus bertambah dan hampir setiap hari kapal pengangkut BBM sandar di Dermaga Termimal BBM Pontianak," ujarnya.<br /><br />Menurut dia, pengiriman BBM ke Kabupaten Ketapang hingga saat ini juga berjalan lancar meskipun pengirimannya sering mengalami gangguan akibat gelombang tinggi.<br /><br />"Malah semua depot di Terminal BBM Ketapang penuh," ujarnya.<br /><br />Data PT Pertamina Wilayah Kalbar, kuota BBM bersubsidi di provinsi itu yakni premium sebanyak 441 ribu kiloliter, solar 268 ribu kiloliter, dan minyak tanah 70 ribu kiloliter.<br /><br />Pada kesempatan terpisah, prakirawan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Balai Besar Wilayah II Stasiun Meteorologi Maritim Pontianak Erika Mardiyanti menyatakan, delapan kawasan perairan Kalbar, sejak Minggu (8/1) hingga Rabu (11/1) berpotensi gelombang setinggi 2,0 hingga 7,0 meter. Kondisi gelombang laut itu sangat berbahaya untuk pelayaran semua jenis kapal motor.<br /><br />"Kedelapan perairan Kalbar yang berpotensi terjadi gelombang tinggi tersebut yakni di kawasan perairan Natuna, perairan China Selatan, utara Natuna, Kepulauan Natuna, Anabas dan Sambas-Singkawang, Pontianak dan Ketapang ," katanya.<br /><br />Data BMKG Maritim Pontianak, angin kencang masih akan terjadi hingga Februari 2012.<br /><br />"Dari rentang waktu tersebut masyarakat perlu waspada. Jika ada tanda-tanda yang tidak baik, sebaiknya jangan melaut karena cukup berbahaya," katany.<br /><br />Menurut dia, ketinggian gelombang dua meter berbahaya untuk pelayaran kapal tongkang dan nelayan.<br /><br />Ketinggian gelombang tiga meter berbahaya untuk pelayaran kapal tongkang, nelayan, tugboat, kapal roro, dan feri, sedangkan ketinggian gelombang empat hingga lima meter atau lebih, sangat berbahaya untuk semua jenis kapal. <strong>(phs/Ant)</strong></p>