Pertamina Kalbar Belum Memastikan Kapan BBM Normal

oleh

Sales Representatif Retail VI Pemasaran PT Pertamina Wilayah Kalimantan Barat John Khaidir belum memastikan kapan kondisi penyaluran bahan bakar minyak di provinsi itu normal kembali. <p style="text-align: justify;"><br />"Kalau normal, hari ini juga sudah ada bensin. Tetapi, jika dikaitkan dengan alur dan pasang surut, kami bisa apa. Bensin itu ada tetapi antrean yang panjang," kata Jhon Khaidir saat rapat kerja dengan Komisi C DPRD Provinsi Kalbar di Pontianak, Selasa. <br /><br />Menurut dia, beberapa daerah juga mengalami kondisi kritis BBM. Hal itu terjadi sebab kapal pengangkut ke daerah tersebut dialihkan untuk mengantisipasi kekurangan BBM di Kalbar akibat tertutupnya alur Sungai Kapuas karena tenggelamnya Kapal Layar Motor Rahmatia Santosa. <br /><br />Ia mengungkapkan, meski kondisi alur Sungai Kapuas sudah dinyatakan normal kembali tidak serta merta saat itu juga kapal-kapal yang mengantre bisa langsung masuk ke pelabuhan. <br /><br />"Justru itu dijadwalkan ulang karena menyangkut daerah lain di Indonesia," tegasnya. <br /><br />John Khaidir menjelaskan, kapal MT Chemical yang datang pada Minggu (6/3) pukul 16.00 WIB sudah datang membawa BBM jenis premium sebanyak 1.500 kilo liter namun baru bongkar muat di Depot Siantan keesokan harinya. <br /><br />"Ya, kami berharap jika pada saat itu juga langsung masuk, mungkin tidak akan terjadi perpindahan suplai ke SPBU. Tetapi karena air surut di alur Sungai Kapuas yang membuat kapal masuk terlambat," paparnya. <br /><br />Ia menambahkan, pendistribusian BBM sejak Senin (7/3) ke SPBU-SPBU sudah dilakukan. <br /><br />"Perlu diketahui stok premium sejak pukul 06.00 WIB tadi 2.740,55 kiloliter. Jika dirata-ratakan pasokan dari Depot Pontianak itu 925 liter per harinya. Maka, jumlah tersebut bisa bertahan untuk 3,3 hari," jelasnya. <br /><br />Adapun SPBU yang kosong, katanya lagi, bukan karena tidak ada stok tetapi lebih karena menunggu pendistribusian dari mobil tangki. <br /><br />Kemudian, untuk mempercepat pendistribusian tersebut, Pemerintah Kota Pontianak melalui Wakil Wali Kota Pontianak Paryadi memberikan izin mobil-mobil tangki pengangkut BBM menggunakan jalur Jembatan Kapuas I hingga tujuh hari mendatang. <br /><br />John Khaidir pun meminta pengertian dari Anggota DPRD Kalbar, mengingat pemulihan pelayanan kepada SPBU tidak bisa dilakukan dalam waktu dua hari ini. <br /><br />"Seharusnya tiap-tiap SPBU memiliki cadangan jika terjadi keterlambatan pendistribusian BBM selama satu sampai dua jam," ungkapnya. <br /><br />Sehingga, dari Pertamina tidak hanya memasok kebutuhan nyata masyarakat saja ke SPBU-SPBU itu. "Tetapi juga kami akan memberikan lebih dari itu untuk ketersediaan," ujarnya. <br /><br />Sementara itu, Anggota Komisi C DPRD Kalbar Thomas Alexander menyesalkan kejadian keterlambatan pasokan BBM oleh Pertamina. <br /><br />"Kami hanya ingin kepastian, sudah normal ataukah belum. Kami tidak ingin mengantre berlama-lama seperti ini," kata Thomas. <br /><br />Menurut Thomas, antrean panjang di seluruh SPBU sudah terjadi hampir tiga hari ini. Itu membuat kesan bahwa Pemerintah Provinsi Kalbar seperti tidak tanggung jawab. <br /><br />"Saya akan serius jika Pemerintah Kalbar dan Pertamina juga serius dalam menangani ini. Kalau tidak saya akan kerahkan massa, tetapi buat apa massa. Akan saya catat bahwa hari ini bensin akan normal," tegas anggota DPRD Daerah Pemilihan Kabupaten Ketapang itu.  <strong>(phs/Ant)</strong></p>